Laman

Jumat, 29 April 2011

1 Golongan yang Masuk Surga













Nasehat Muslim

Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda
"Umat ini (islam) akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua diantaranya di neraka dan satu di surga, yaitu al-Jamaah"
(HR. Abu Daud)

Golongan yang selamat yang akan berada disurga itu adalah golongan yang menjalankan islam sebagaimana yang dijalankan rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam dan para sahabat, merekalah yang akan selamat dari neraka, mereka itulah golongan yang selamat.

(Sumber rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, Syaikh Dr. Shalih al-fauzan, hal 264)

Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Bahaya Mengikuti Hawa Nafsu














Nasehat Muslim

Kesesatan yang terjadi pada manusia itu adalah karena mengikuti hawa nafsunya.

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Dan siapa yang lebih sesat dari orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah"
(QS. Al-qashas : 50)

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Bagaimana pendapatmu dari orang yang mengambil hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah menyesatkannya dari ilmu "
(QS. al-Jatsiyah : 23)

Maka senantiasalah meminta kepada Allah ta'ala keselamatan dari mengikuti hawa nafsunya, dan agar diberi petunjuk oleh Allah ta'ala.

(Sumber rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, Syaikh Dr. Shalih al-fauzan, hal 263)

Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Kamis, 21 April 2011

Tentang Kehidupan Alam Barzakh














Nasehat Muslim

Pertanyaan :
Ibrahim dari kota riyadh, saudi arabia berkata : bagaimana keyakinan Islam tentang kehidupan di alam barzakh?

Jawaban :

Keyakinan Islam (ahlussunnah waljama'ah) tentang kehidupan alam barzakh (alam kubur) semua sudah diterangkan secara jelas didalam al-qur'an dan assunnah, bahwa manusia ada yang mendapatkan nikmat d ialam barzakh, namun adapula yang mendapatkan adzab dialam kubur tersebut.

Sebagaimana Allah ta'ala berfirman, artinya
"Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras"
(QS. Al Mu’min: 45-46)

Allah Ta’ala berfirman, Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.” (QS. Al An’am: 93)

Allah ta'ala berfirman, artinya
Kamu (mengganti) rizki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah). Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah). Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar, adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh rizki serta surga kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapatkan hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam neraka. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.”
(QS. Al-Waaqi’ah: 82-96)

Inilah alam yang didalamnya ada nikmat dan adzab, dialam ini tidak seperti kehidupan dunia, karena dalam alam ini tidak membutuhkan makanan minuman, tidak juga butuh udara, juga tidak butuh pelindung dari dingin atau panas, kehidupan yang kita tidak mengetahui keadaannya karena itu kehidupan ghaib, yang tidak ada yang mengetahui kecuali hanya Allah ta'ala, maka dalam bacaan shalat kita berdoa kepada Allah ta'ala : aku berlindung dari adzab jahnnam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fitnah masih addajjal.

(Dijawab oleh Syaikh Muhammd bin shalih al-utsaimin ulama besar arab saudi)


Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Minggu, 17 April 2011

Saling Menasehatilah Sesama Muslim













Nasehat Muslim

Allah ta'ala berfirman. artinya,
Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran.
(QS. Al 'Ashr (Masa) 1 - 3)

Petunjuk yang ada didalam surat yang mulia ini, yaitu fadilah dari surat al-'ashr ini mencakup atas jalan keselamatan dan kesuksesan, muslim yang selamat yaitu yang berilmu terhadap agama Islam, kemudian mengamalkannya, serta mendakwahkan atas ilmu agama yang telah ia ketahuinya, dan itu semua diiringi dengan kesabaran.

Dan dalam surat yang mulia ini terdapat petunjuk bahwa orang yang merugi secara sempurna yaitu orang-orang kafir.

Serta penjelasan keselamatan orang mukmin yang beramal shalih yang menjauhi kesyirikan dan kemaksiatan.

Wajib bagi muslim untuk saling menasehati muslim yang lain dalam kebenaran dan kesabaran.

(Sumber utama : aysarut tafasir, syaikh abu bakar jabir, surat al-'ashr)

Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Sabtu, 16 April 2011

Nikmat Makanan saat Lapar dan Rasa Aman dari Takut














Nasehat Muslim

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas, Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan"
(QS. Quraisy : 1-6)

Petunjuk yang didapatkan dari surat quraisy yang mulia ini tentang keagungan pengaturan Allah subhanahu wata'ala terhadap segala yang ada dilangit dan dibumi dengan hikmah-Nya, kasih sayang-Nya, dan Dialah Allah yang Maha Bijaksana yang Maha Pemurah.

Dalam surat yang mulia ini juga terdapat penjelasan tentang kaum quraisy yang Allah telah beri berbagai kenikmatan yang menuntut mereka untuk bisa bersyukur dengan kenikmatan makanan saat mereka lapar dan rasa aman sehingga tidak diliputi rasa takut.

Wajib bagi manusia untuk beribadah hanya pada Allah subhanahu wata'ala dan meninggalkan peribadatan pada selain-Nya.

Dan wajib bersyukur atas nikmat Allah ta'ala dengan cara memuji Allah ta'ala, mengucap alhamdulillah, beribadah pada-Nya, dan mencari keridhaan-Nya atas berbagai nikmat, nikmat makan tatkala lapar dan rasa aman dari rasa ketakutan, yang hal ini dibutuhkan dalam kehidupan yang baik.

(Lihat, aysarut tafasir, syaikh abu bakr jabir aljazairi, surat quraisy)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Jumat, 15 April 2011

Wajib Niat Ikhlas Hanya untuk Allah dalam Ibadah














Nasehat Muslim

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, Maka salatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah (hewan kurban), Sesungguhnya orang yang membencimu dialah yang terputus (dari kebaikan)
(QS. al-kautsar : 1-3)

Dalam surat yang mulia ini terdapat petunjuk penjelasan tentang pemuliaan Allah ta'ala kepada nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam, dan juga penegasan tentang adanya sebuah sungai disurga yaitu sungai al-kautsar.

Dan dalam surat yang mulia ini terdapat penegasan tentang kewajiban meniatkan ibadah ikhlas hanya untuk Allah ta'ala, dalam semua ibadah, terlebih lagi dalam shalat dan menyembelih kurban pada waktu ied hanya untuk Allah ta'ala ibadah ini diniatkan.

Dan juga ada penegasan bahwa doa orang yang didzalimi itu sangat dikabulkan Allah ta'ala.

(sumber utama, aysarut tafasir, syaikh abu bakr jabir aljazairi)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Tentang Bathilnya Sesembahan Orang Kafir













Nasehat Muslim

Allah ta'ala berfirman, artinya,
Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah, Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku".
(QS. Al-kafirun 1-6)

Petunjuk yang didapatkan dari surat yang mulia ini bahwa pengakuan tentang aqidah qadha dan qadar, bahwa orang kafir itu senantiasa berbuat kekafiran dan orang yang beriman akan senantiasa dalam keimanan mereka.

Dalam surat yang mulia ini juga terdapat petunjuk tentang pertolongan Allah ta'ala kepada rasul-Nya shalallahu'alaihi wassalam dan penjagaan dari menyembah kepada sembahan orang musyrik yang sangat bathil.

Dan juga petunjuk bahwa orang yang beriman harus beribadah sesuai dengan Islam yang berbeda dengan penyembahan orang kafir dan musyrik yang bathil.

(Referensi utama, aysarut tafasir, syaikh abu bakr jabir, surat al-kafirun)

Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com