Ilmu syar'i adalah al-qur'an dan sunnah shahih nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam, yang difahami dengan benar sebagaimana nabi muhammad shallahu'alaihi wassalam dan sahabat memahaminya.
(Referensi : Buku taysirulwhusul ila naylilmamul, Hal : 5, Penulis : nu'man bin abdulkarim, Penerbit: Maktabah Darul Haramain, Kota: Shan'a)
abu musa
www.nasehat-muslim.blogsot.com
Minggu, 05 Desember 2010
Bagaimana Hukum mencari ilmu agama ..
Orang yang berilmu agama tentu tidak sama dengan orang yang bodoh dari ilmu agama, karena berilmu akan mengetahui jalan yang baik dan benar bagi dunia dan akhiratnya.
Allah berfirman : "Katakanlah adakah sama orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui" (surat az-zumar:9).
Memahami dan mengetahui hal-hal dalam agama yang Allah memerintahkan untuk dijalankan dan yang Allah melarangnya, maka hal ini hukumnya adalah wajib.
Sedangkan yang selebihnya dari selain itu maka hukumnya wajib kifayah.
(Referensi Buku : Majmu' fatawa Ibnu Taymiah, 27/80)
abu musa
www.nasehat-muslim.blosot.com
Allah berfirman : "Katakanlah adakah sama orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui" (surat az-zumar:9).
Memahami dan mengetahui hal-hal dalam agama yang Allah memerintahkan untuk dijalankan dan yang Allah melarangnya, maka hal ini hukumnya adalah wajib.
Sedangkan yang selebihnya dari selain itu maka hukumnya wajib kifayah.
(Referensi Buku : Majmu' fatawa Ibnu Taymiah, 27/80)
abu musa
www.nasehat-muslim.blosot.com
Keutamaan Mencari Ilmu Agama ..
Alhamdulillah washalatu wassalmu 'ala rasulillah, amma ba'du.
Mengenai keutamaan menuntut ilmu agama, maka Allah berfirman :"Allah meninggikan derajat orang yang beriman dan orang yang berilmu" (surat al-mujadalah:11).
Dan orang yang ada kebaikan dalam dirinya, adalah orang yang memahami agama, sebagaimana dalam hadist, Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda, "Orang yang Allah kehendaki kebaikan adanya maka akan difahamkan dalam urusan agama" (HR.Bukhari)
Maka mintalah tambahan ilmu, dengan berdoa, ya Allah tambahkanlah saya ilmu agama, hal ini sebagaimana dalam alqur'an, Allah berfirman : "Katakanlah Ya Rabbi tambahkanlah ilmu" (surat (taha : 114)
(Referensi dari buku : taysirul wushul ila naylil mamul bisyarhi tsalatsatil ushul, halaman 4, diterbitkan : Maktabah darul haramain, Kota : Shan'a)
shalallahu'ala nabiyina muhammad, wa'ala alihi wassalam
abu musa
www.nasehat-muslim.blogsot.com
Mengenai keutamaan menuntut ilmu agama, maka Allah berfirman :"Allah meninggikan derajat orang yang beriman dan orang yang berilmu" (surat al-mujadalah:11).
Dan orang yang ada kebaikan dalam dirinya, adalah orang yang memahami agama, sebagaimana dalam hadist, Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda, "Orang yang Allah kehendaki kebaikan adanya maka akan difahamkan dalam urusan agama" (HR.Bukhari)
Maka mintalah tambahan ilmu, dengan berdoa, ya Allah tambahkanlah saya ilmu agama, hal ini sebagaimana dalam alqur'an, Allah berfirman : "Katakanlah Ya Rabbi tambahkanlah ilmu" (surat (taha : 114)
(Referensi dari buku : taysirul wushul ila naylil mamul bisyarhi tsalatsatil ushul, halaman 4, diterbitkan : Maktabah darul haramain, Kota : Shan'a)
shalallahu'ala nabiyina muhammad, wa'ala alihi wassalam
abu musa
www.nasehat-muslim.blogsot.com
Mengenal tentang Ilmu ..
Tentang definisi ilmu, maka ada banyak definisi, diantaranya, ilmu adalah lawan dari ketidaktahuan.
Kemudian dalam definisi yang lain, ilmu adalah mengetahui sesuatu secara hakikatnya.
Sedangkan orang bodoh atau tidak berilmu, ada dua keadaan, yaitu jahil basith adalah tidak mengetahui secara menyeluruh tentang sesuatu.
Keadaan lain yaitu, jahil murakab yaitu mengetahui sesuatu dengan definsisi yang menyelisihi seharusnya, atau dia sebenarnya memahami secara salah, namun merasa benar, dikatakan bodoh kuadarat, dengan kata lain tidak tahu namun tidak tahu kalau dia itu tidak tahu.
Sedangkan ibnu al-qayim rahimahullah mengatakan yang dimaksud ilmu agama adalah mengetahui huda dengan dalil-dalil syar'i.
Referensi dari buku : taysir alwushul ila naylilmamul bisyarhi tsalatsatil ushul, halaman : 3, diterbitkan : maktabah darulharamain)
abu musa
www.nasehat-muslim.blogsot.com
Kemudian dalam definisi yang lain, ilmu adalah mengetahui sesuatu secara hakikatnya.
Sedangkan orang bodoh atau tidak berilmu, ada dua keadaan, yaitu jahil basith adalah tidak mengetahui secara menyeluruh tentang sesuatu.
Keadaan lain yaitu, jahil murakab yaitu mengetahui sesuatu dengan definsisi yang menyelisihi seharusnya, atau dia sebenarnya memahami secara salah, namun merasa benar, dikatakan bodoh kuadarat, dengan kata lain tidak tahu namun tidak tahu kalau dia itu tidak tahu.
Sedangkan ibnu al-qayim rahimahullah mengatakan yang dimaksud ilmu agama adalah mengetahui huda dengan dalil-dalil syar'i.
Referensi dari buku : taysir alwushul ila naylilmamul bisyarhi tsalatsatil ushul, halaman : 3, diterbitkan : maktabah darulharamain)
abu musa
www.nasehat-muslim.blogsot.com
Sabtu, 04 Desember 2010
Tawakal yang benar
alhamdulillah, washalatu wassalmu'ala rasulillah, amma ba'du
Tawakal ibadah yang sangat agung, tawakal adalah kejujuran kebergantungan hati atas Allah dalam ambil suatu yang bermanfaat dan menolak mudharat dengan mengambil sebab-seab yang diizinkan syariat.
Dalilnya adalah ketika nabi musa meminta Allah air untuk kaumnya, maka dia disuruh memukul batu dahulu dengan tongkatnya, Allah berfirman: "Dan ketika musa meminta air untuk kaumnya, maka Kami (Allah) berkata, mukul batu itu dengan tongkatmu.." (al-baqarah:60)
Ibnu al-qayim mengatakan bahwa tawakal tidaklah menafikan ambil sebab dan tidaklah benar tawakal kecuali dengan ambil sebab.
Manusia dalam tawakal ada 3 yaitu :
1. tawakal ia artikan dengan meninggalkan sebab, maka ini tawakal yang salah.
2. tawakal yaitu hanya dengan ambil sebab merasa tidak butuh Allah, maka salah, dan bodoh.
3.tawakal dengan bergantungnya hati atas Allah dan mengambil sebab maka inilah yang benar,
sebagaimana alqur'an dan assunnah.
( lihat dalam madarijus salikin, ibnul qayim, 2/116)
shalallahu'ala nabiyina muhammad wa'ala alihi wassalam
abu musa
www.nasehat-muslim.blogsot.com
Tawakal ibadah yang sangat agung, tawakal adalah kejujuran kebergantungan hati atas Allah dalam ambil suatu yang bermanfaat dan menolak mudharat dengan mengambil sebab-seab yang diizinkan syariat.
Dalilnya adalah ketika nabi musa meminta Allah air untuk kaumnya, maka dia disuruh memukul batu dahulu dengan tongkatnya, Allah berfirman: "Dan ketika musa meminta air untuk kaumnya, maka Kami (Allah) berkata, mukul batu itu dengan tongkatmu.." (al-baqarah:60)
Ibnu al-qayim mengatakan bahwa tawakal tidaklah menafikan ambil sebab dan tidaklah benar tawakal kecuali dengan ambil sebab.
Manusia dalam tawakal ada 3 yaitu :
1. tawakal ia artikan dengan meninggalkan sebab, maka ini tawakal yang salah.
2. tawakal yaitu hanya dengan ambil sebab merasa tidak butuh Allah, maka salah, dan bodoh.
3.tawakal dengan bergantungnya hati atas Allah dan mengambil sebab maka inilah yang benar,
sebagaimana alqur'an dan assunnah.
( lihat dalam madarijus salikin, ibnul qayim, 2/116)
shalallahu'ala nabiyina muhammad wa'ala alihi wassalam
abu musa
www.nasehat-muslim.blogsot.com
Nasehat untuk Rasul
Rasulullah shalallahu'alaihi wasssalam bersabda, Agama itu nasehat, ... untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya.. (HR.Muslim)
Maksud nasehat untuk rasul yaitu dengan mengimaninya, mencintainya, mendahulukannya atas diri kita, juga atas harta, dan anak kita, mengikuti dalam agamanya, mendahulukannya atas seluruh mahluk, mentauladaninya dalam seluruh segi, dan membela agamanya.
(lihat dalam Bahjatulqulub, as-sa'di, hal12, darul minhaj, kairo)
Bagi yang mencintai rasul, maka cinta itu bukan hanya kata, karena cinta harus ada bukti, maka telahkah engkau membuktikan cinta rasul dengan benar.
abu musa
www.nasehat-muslim.blogsot.com
Maksud nasehat untuk rasul yaitu dengan mengimaninya, mencintainya, mendahulukannya atas diri kita, juga atas harta, dan anak kita, mengikuti dalam agamanya, mendahulukannya atas seluruh mahluk, mentauladaninya dalam seluruh segi, dan membela agamanya.
(lihat dalam Bahjatulqulub, as-sa'di, hal12, darul minhaj, kairo)
Bagi yang mencintai rasul, maka cinta itu bukan hanya kata, karena cinta harus ada bukti, maka telahkah engkau membuktikan cinta rasul dengan benar.
abu musa
www.nasehat-muslim.blogsot.com
Jumat, 03 Desember 2010
Wasiat Berharga
Dari Sufyan bin abdullah ats-tsaqafy radhiallahu'anhu, dia berkata, aku berkata,"Wahai rasulullah shalallahu'alaihi wassalam, bertahukan kepadaku didalam islam, perkataan yang aku tidak bertanya tentangnya pada seorangpun setelahmu, Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam bersabda, "katakanlah aku beriman pada Allah, kemudian istiqamahlah" (HR.Muslim, 38).
Sahabat ini meminta kepada nabi shalallahu'alaihi wassalam, suatu perkataan menyeluruh dalam kebaikan yang bermanfaat, yang mengantarkan kepada kebahagiaan. Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam memerintahkan untuk beriman pada Allah ta'ala yang mencakup kewajiban beraqidah yang benar dengan amalan hati, berserah diri pada Allah secara batin dan lahir, kemudian senantiasa dalam hal itu, dan beristiqomah hingga kematian.
Allah berfirman, " Sesungguhnya orang yang mereka berkata, Rabb kami Allah, kemudian mereka bersitiqomah, maka akan turun kepada mereka malaikat, dan mengatakan janganlah kalian takut, janganlah bersedih, bergembiralah dengan surga, yang telah dijanjikan pada kalian (fushilat:30).
Dengan beriman dan bersitiqomah akan mengantarkan pada keselamatan dari segala keburukan, dan mengantarkan pada surga-Nya. Dalam alqur-an dan assunnah banyak yang menunjukkan bahwa iman mencakup keyakinan yang shahih dalam hati, dengan melakukan amalan hati dan amalan badan, seperti cinta kebaikan, takut pada keburukan, melaksanakan kebaikan, membenci keburukan, dan tidak akan sempurna hal itu kecuali dengan terus menjalankannya hinga kematian.
(Bahjatul qulubil abrar wa quratu 'uyunil akhyar fii syarhi jawami'il akhbar, syaikh abdurrahman bin nashir assa'di, darul minhaj, kairo, 1423 H, hal 15)
abu musa
www.nasehat-muslim.blogpsot.com
Sahabat ini meminta kepada nabi shalallahu'alaihi wassalam, suatu perkataan menyeluruh dalam kebaikan yang bermanfaat, yang mengantarkan kepada kebahagiaan. Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam memerintahkan untuk beriman pada Allah ta'ala yang mencakup kewajiban beraqidah yang benar dengan amalan hati, berserah diri pada Allah secara batin dan lahir, kemudian senantiasa dalam hal itu, dan beristiqomah hingga kematian.
Allah berfirman, " Sesungguhnya orang yang mereka berkata, Rabb kami Allah, kemudian mereka bersitiqomah, maka akan turun kepada mereka malaikat, dan mengatakan janganlah kalian takut, janganlah bersedih, bergembiralah dengan surga, yang telah dijanjikan pada kalian (fushilat:30).
Dengan beriman dan bersitiqomah akan mengantarkan pada keselamatan dari segala keburukan, dan mengantarkan pada surga-Nya. Dalam alqur-an dan assunnah banyak yang menunjukkan bahwa iman mencakup keyakinan yang shahih dalam hati, dengan melakukan amalan hati dan amalan badan, seperti cinta kebaikan, takut pada keburukan, melaksanakan kebaikan, membenci keburukan, dan tidak akan sempurna hal itu kecuali dengan terus menjalankannya hinga kematian.
(Bahjatul qulubil abrar wa quratu 'uyunil akhyar fii syarhi jawami'il akhbar, syaikh abdurrahman bin nashir assa'di, darul minhaj, kairo, 1423 H, hal 15)
abu musa
www.nasehat-muslim.blogpsot.com
Langganan:
Postingan (Atom)