Laman

Jumat, 04 Februari 2011

Memusuhi Ruhul Amin Jibril, Malaikat dan Rasul

















Nasehat Muslim.

Ruhul amin adalah malaikat jibril, disebut ruhul amin karena bersikap amanah dengan yang Allah perintahkan, tidak berkhianat sebagaimana tuduhan yahudi, jibril itu musuh kami, atau seperti perkataan golongan menyimpang syiah yang berkata jibril telah berkhianat seharusnya wahyu untuk ali bin abi thalib tapi diberikan ke nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam, ini kedustaan terhadap Allah, karena Allah telah menamainya amin, yang dapat dipercaya.

Allah berfirman, artinya
"Katakanlah (Muhammad) : "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman"

(QS. Albaqarah:97)

Allah berfirman, artinya
"Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir."
(QS. Albaqarah:98)

Barangsiapa yang menjadi musuh jibril, atau para malaikat, atau memusuhi para rasul maka sungguh Allah menjadi musuhnya, dan sungguh orang itu telah kafir.

(referensi, atta'liqatul mukhtasarah 'ala matnil 'aqidah attaahawiyah, Dr. Shalih bin Fauzan, hal 136, darul 'asimah, 1422 H)


nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Hukum Orang yang Menolak 1 Huruf dari Kitabullah















Nasehat Muslim.

Dari ushul iman dan rukunnya yaitu wajib tiap muslim beriman dengan kitabullah yang Allah telah turunkan atas rasul untuk menjadi petunjuk bagi mahluk, dan Allah ta'ala menurunkan kitab wahyu dari kalam-Nya yang didalamnya ada syariat Allah, perintah dan larangan.

Allah berfirman, artinya,
"Apakah kamu mempercayai sebagian kitab dan kamu kafir dengan yang sebagian ? Maka tidaklah ada ganjaran buat orang-orang yang berbuat demikian daripada kamu , melainkan kehinaan dalam kehidupan dunia ini"

(QS. Al-baqarah : 85)

Kitabullah wajib beriman dengannya seluruhnya dan beramal dengannya, tidak boleh hanya mengambil yang sesuai dengan nafsunya, dan meninggalkan yang menyelisihi keinginannya.

Barangsiapa yang menolak kitab dari kitabullah, dan atau sebagian dari kitab, atau menolak satu kata dari kitabullah, atau bahkan hanya satu huruf dari kitabulllah, maka dia telah kafir kepada Allah ta'ala.

(referensi, atta'liqatul mukhtasarah 'ala matnil 'aqidah attaahawiyah, Dr. Shalih bin Fauzan, hal 130, darul 'asimah, 1422 H)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Kamis, 03 Februari 2011

Tugas Malaikat yang Dicipta dari Cahaya




















Nasehat Muslim.

Mukmin beriman dengan malaikat, malaikat diciptakan Allah dari cahaya, malaikat diciptakan untuk beribadah pada Allah dan melaksanakan perintah Allah ta'ala, diantara mereka ada yang bertugas menyampaikan wahyu, mencabut nyawa, meniup terompet, mencatat amal bani adam, ada juga malaikat gunung, menulis tentang rizki ajal bahagia dan sengsara manusia ketika masih dijanin ibu,

Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda
kemudian diutus malaikat (ketika manusia masih janin dirahim) untuk menulis rizki, ajal, bahagia dan sengsara
(HR. Bukhari (3208), Muslim (2643))

Para malaikat senantiasa menjalankan perintah Allah ta'ala, mereka para malaikat senantiasa beribadah pada Allah ta'ala dan menjalankan perintah Allah subhanahu wata'ala,

Allah berfirman, artinya
"Mereka (malaikat) itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya"
QS. al-Anbiya (21) : 27

Allah berfirman, artinya,
"Mereka (malaikat) selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya"
QS. al-Anbiya (21) : 20

Dan para malaikat itu mempunyai bentuk yang hanya Allah yang mengetahui,

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. Fathir (35) : 1

Sebagaimana malaikat jibril yang mempunyai tujuh ratus sayap, yang menutup ufuk, dan manusia tidak mampu untuk melihat bentuk para malaikat tersebut, dan malaikat jibril pernah berubah bentuk sebagaimana manusia yang datang kepada nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam duduk dan berbicara, Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam melihat malaikat jibril dua kali, yang pertama dimekah jibril diufuk, dan yang kedua disidratil muntaha dimalam isra' dan mi'raj.

(referensi, atta'liqatul mukhtasarah 'ala matnil 'aqidah attaahawiyah, Dr. Shalih bin Fauzan, hal 128-129, darul 'asimah, 1422 H)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Rabu, 02 Februari 2011

Allah Maha Mengetahui

















Allah Maha Mengetahui segala hal, Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, dan Allah berada diatas semua mahluk,

Allah berfirman, artinya
Sesungguhnya Allah itu, tidak ada yang tersembunyi atas-Nya sesuatu pun di langit dan di bumi
(QS.al Imran:5)

Allah berfirman, artinya
"dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
(Q.s.,al-Baqarah:255)

Allah berfirman, artinya
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
(QS. Atthalaq : 12)

Allah Ilmunya meliputi segala sesuatu, Allah mengetahui yang didepan dan dibelakang manusia, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

(referensi, atta'liqatul mukhtasarah 'ala matnil 'aqidah attaahawiyah, Dr. Shalih bin Fauzan, hal 126, darul 'asimah, 1422 H)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Bersemangat Meraih Bermanfaat














Telah kering pena, dan telah ditulis kejadian hingga hari kiamat, akan menimpamu apa yang telah ditaqdirkan dan tidak akan menimpamu apa yang tidak ditaqdirkan, inilah makna iman kepada qadha dan qadar.

Dan jika engkau terkena musibah yang engkau benci maka sungguh engkau tahu ini telah tertulis di lauhul mahfudz, pasti terjadi maka terimalah, ridhalah, semua ada hikmahnya, jangan marah, berimanlah pada Allah, dan berserah dirilah, berimanlah dengan qodho dan qodar.

Nabi Muhammad shalallhu'alaihi wassalam bersabda,
Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Apabila sesuatu menimpamu janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.’ Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan syaitan
(HR. Muslim [no 2664] )

Dan jika engkau telah mengetahui perkara ini maka jangan lemah, bersemangatlah atas yang bermanfaat, namun selalau ingat semua perkara ditangan Allah ta'ala.

Dan jika Allah tidak memberikan apa yang engkau inginkan maka ketahuilah semua ada hikmahnya, bisa jadi apa yang kamu inginkan ada mudharat bagimu, Allah Maha Mengetahui, dan manusia tidak mengetahui, tugas manusia hanya beriman dan ridha terhadap qadha dan qadar.

Allah berfirman, artinya,
"Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal."
(QS. At-taubah : 51)

(referensi, atta'liqatul mukhtasarah 'ala matnil 'aqidah attaahawiyah, Dr. Shalih bin Fauzan, hal 118-119, darul 'asimah, 1422 H)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Kekasih Allah, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam














Dalam aqidah seorang muslim mengimani bahwa rasul itu mahluk paling mulia, dan bahwa Allah mengambil Nabi Ibrahim 'alaihissalam sebagai kekasih,

Allah berfirman, artinya, "Allah telah mengambil ibrahim sebagai kekasih"
(QS. an-nisa : 125)

Dan kekasih ini adalah derajat mahabah (cinta) yang paling tinggi, Allah jalla wa'ala mencintai hamba yang beriman, yang bertaqwa, yang berbuat baik, yang bertaubat, dan yang mensucikan diri, akan tetapi derajat kekasih hanya didapatkan dua orang manusia yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam,

Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda, Allah mengambil aku sebagai kekasih, sebagaimana mengambil ibrahim sebagai khalil (kekasih)
(HR. Muslim (no 532), HR. Bukhari (466, 467)

(referensi, atta'liqatul mukhtasarah 'ala matnil 'aqidah attaahawiyah, Dr. Shalih bin Fauzan, hal 126-127, darul 'asimah, 1422 H)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Kitab Lauhul Mahfudz dan Qalam














Kita beriman dengan kitab lauhul mahfudz dan qalam (pena) dan apa yang telah ditulisnya, dan Allah tatkala telah mengetahui segala sesuatu maka diperintahkan untuk ditulis dilauhul mahfudz, demikianlah Allah mencipta mahluk.

Allah berfirman, tulislah, maka qalam berkata, apa yang akan aku tulis, tulislah segala sesuatu hingga hari kiamat, maka menulislah qalam dengan perintah Allah, tulisan apa yang terjadi hingga hari kiamat
(HR. Abu Daud (no 4700), Tirmidzi (no 2160), abu ya'ala (no 2329) secara marfu')

Tidak ada yang mengetahui bentuk qalam dan lauhul mahfudz kecuali Allah, keduanya mahluk Allah, kita mengimaninya.

(referensi, atta'liqatul mukhtasarah 'ala matnil 'aqidah attaahawiyah, Dr. Shalih bin Fauzan, hal 116-117, darul'asimah, 1422 H)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com