Laman

Minggu, 13 Februari 2011

Tidak ada Ketaatan dalam Kemaksiatan













Nasehat Muslim

Rasulullah Muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda, tidak ada ketaatan didalam kemaksiatan, sesungguhnya taat hanya dalam hal ma'ruf (HR.Al-bukhari (7145) dan Muslim (1840), dari Ali radhiallahu'anhu)

Tidak ada ketaatan terhadap mahluk didalam memaksiati Allah subhanahu waata'ala, tidak ada ketaatan kepada mahluk yang memerintahkan melakukan hal haram, ataupun memerintahkan meninggalkan kewajiban terhadap Allah subhanahu wata'ala, maka tidaka ada ketaatan sama sekali terhadap yang memerintahkan pada perbuataan dosa. karena yang wajib bagi tiap muslim adalah mendahulukan taat pada Allah ta'ala daripada taat kepada mahluk.

(referensi, bahjatul qulubil abrar wa quratu 'uyunil akhyar fii syarhi jawami'il akhbar, Hal 141, syaikh abdurrahman bin nashir assa'di, darul minhaj, masakin ain syams, kairo, mesir, 1423H)

nasehat muslim www.nasehat-muslim.blogspot.com

Cari Berkah Kubur Nabi shalallahu'alaihi wassalam













Nasehat Muslim

Pertanyaan: Apa mencari berkah dengan kubur nabi shalallahu'alaihi wassalam boleh?

Jawab : tidak boleh, bahkan hal itu adalah bid'ah dan sarana kesyirikan, dan mencari berkah dengan zaid atau amr atau dinding ka'bah atau yang semisalnya, maka hal ini adalah bid'ah dan merupakan kesyirikan apabila meyakini berkah berasal dari hal tersebut, dan jika meyakini itu disyariatkan maka ini adalah bid'ah dan wajib meninggalkannya, jika nabi muhammad shalalhu'alaihi wassalam mensyariatkan tabaruk dengan hal tersebut, maka akan memerintahkan pada waktu beliau shalallahu'alaihi wassalam masih hidup, sebagaimana Allah mensyariatkan tabaruk pada air zam-zam yang Allah menjadikannya diberkahi.

Maka wajib bagi mukmin untuk berpegang teguh dengan syariat rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam, dan menjauhi yang menyimpang darinya, wallahu waliyuttaufiq.

( Pertanyaan, dimasjidil haram, pada Syaikh abdul azis bin abdullah bin baz ketua lajnah daimah, 1418H)

nasehat muslim www.nasehat-muslim.blogspot.com

Teks Asli : http://www.binbaz.org.sa/mat/4189

Sabtu, 12 Februari 2011

Motivasi Mengajak Kebaikan














Nasehat Muslim

Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang menyeru/mengajak (orang lain) kepada petunjuk maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala-pahala dari orang-orang yang mengikutinya, yang hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia akan mendapat dosa seperti dosa-dosa dari orang-orang yang mengikutinya, yang hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim no.2674)

Hadist ini memotivasi tiap muslim agar mengajak pada huda (petunjuk) dan kebaikan, dengan adanya janji pahala dan surga, dan memperingatkan jangan mengajak pada keburukan karena akibatnya dosa dan neraka.

Dalam hadist ini, Huda yaitu ilmu agama Islam, karena bermanfaat dunia akhirat, dan amal shalih. Dan tiap muslim yang mengajak pada amal shalih berkait hak Allah subhanahu wata'ala, dan hak manusia maka dialah dai. Dan tiap muslim yang memberi nasehat agama dan dunia yang mengantarkan pada ilmu agama yang bermanfaat maka dialah dai. Dan tiap muslim yang mangajak pada ilmu agama dan mengajak beramal shalih maka dialah dai. Dan tiap muslim yang bekerjasama untuk memberikan kebaikan dan taqwa maka dialah dai yang memimpin kaum yang bertaqwa, dan dialah sebaik-baik orang mukmin.

Adapun lawannya adalah penyeru kepada kesesatan dan keburukan, maka mereka tidak lain menyeru kepada neraka, pemimpin mereka adalah iblis, merekalah yang saling bertolong menolong dalam dosa dan permusuhan, mereka itulah penyeru kapada jalan kesesatan.

(referensi, bahjatul qulubil abrar wa quratu 'uyunil akhyar, Hal 27-28, syaikh abdurrahman bin nashir assa'di rakhimahullah, darul minhaj, masakin ain syams, kairo, mesir, 1423 H)


nasehat muslim www.nasehat-muslim.blogspot.com

Tebarkan Salam, Raih Surga-Nya








Nasehat Muslim

Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Hak muslim atas muslim yang lain ada enam. dikatakan, "Apa yang enam itu ya Rasulullaah?" Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: (salah satunya) apabila engkau bertemu dengan saudara muslim yang lain, maka ucapkanlah salam kepadanya (HR. Muslim)

Inilah hak seorang muslim yang barangsiapa menunaikannya maka akan mendapatkan kebaikan yang banyak dan pahala dari Allah ta'ala.

Apabila bertemu ucapkanlah salam, karena salam adalah sebab timbulnya mahabah rasa cinta, dan rasa cinta karena Allah ini akan menjadikan seseorang beriman, dan dengan iman ini akan mengantarkan kesurga Allah subhanahu wata'ala.

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam Bersabda " Kalian tidak masuk surga sampai kalian beriman. dan kalian tidak beriman, sehingga kalian saling mencintai. tidakkah aku tunjukkan kalian sesuatu yang bila kalian lakukan, kalian saling mencintai? tebarkan salam diantara kalian. (HR. Muslim, Kitabul Iman.192).

Dan salam ini merupakan salah satu hal yang menunjukkan tentang indahnya islam, karena seorang muslim bertemu dengan saudara muslim yang lain dan ia mendoakan keselamatan dari keburukan, dan dengan rahmat kasih sayang, dan juga mendapatkan keberkahan kebaikan yang banyak dari setiap bentuk kebaikan.

Dan didalam salam ini juga ada bentuk keceriaan, menimbulkan rasa senang dihati saudaranya, ucapan doa serta penghormatan yang mengandung rasa kasih, sayang, juga cinta, sehingga terputuslah rasa saling memutus dan saling asing antar satu muslim dengan msulim yang lain, sehingga mereka merasa saudara.

Dan salam ini adalah hak muslim atas muslim yang lainnya, maka muslim yang mendapatkan salam hendaklah memabalas dengan yang semisalnya atau lebih baik lagi, dan yang baik yaitu yang memulai salam.

(referensi, bahjatul qulubil abrar wa quratu 'uyunil akhyar, Hal 84, syaikh abdurrahman bin nashir assa'di rakhimahullah, darul minhaj, masakin ain syams, kairo, 1423 H)


nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Jumat, 11 Februari 2011

Sifat Munafik






Nasehat Muslim.

Rasulullah Muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda, tanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berkata berdusta, apabila berjanji mengingkari, apabila dipercaya maka berkhianat (HR. Al-bukhari didalam Al-iman (1/41))

Rasulullah Muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda, Empat hal yang jika ada dalam diri seseorang maka sungguh ia benar-benar munafiq, dan barangsiapa yang memiliki sebagian dari keempat sifat itu maka ia memiliki sebagian dari sifat-sifat nifak, sehingga ia meninggalkannya, yaitu bila dipercaya ia berkhianat, bila berkata ia berdusta, bila berjanji ia tidak menepati dan bila berdebat ia keterlaluan" (HR.Bukhari dan Muslim)

Dari sifat munafik itu yaitu mengejek agama Allah dan pengikutnya, menolong orang kafir memusuhi islam, tidak paham terhadap agama yang benar, berbuat kerusakan dan dosa dimuka bumi, menyuruh manusia berbuat kemunkaran dan keburukan, dan melarang orang dari berbuat kebaikan.

Apabila berkata berdusta, yaitu banyak berdusta dan ini merupakan buruknya perkataan, apabila dipercaya maka berkhianat, yaitu membatalkan janji dan mengkhianati terhadap janji yang telah dibuat, apabila diberi amanah berkhianat, dan apabila bermusuhan maka berbuat buruk, melampaui batas, dzalim dan tidak adil, menyimpang dari kebenaran.

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan berkata, jika terkumpul empat keadaan ini dalam diri seseorang maka sungguh telah berkumpul keburukan ( dalam Kitab 'Aqidatuttauhid, Hal 108).

Syaikhul Islam Ibnu Taymiah berkata, dan banyak terjadi dikalangan muslim didalam sebagian dari alamat munafiq ini, semoga kaum muslim meninggalakan hal ini dan bertaubat kepada Allah ta'ala (dalam Kitabul Iman, Hal 238).

Hasan al-bashri mengatakan, jika seseorang merasa aman dengan amalan kemunafikan ini maka dikhawatirkan ia adalah seorang munafiq, dan orang yang takut terhadap kemunafikan ini maka itulah orang yang beriman.

Dan dari tanda amalan kemunafikan ada dalam diri seseorang lainnya yaitu malas mengerjakan shalat jama'ah pada shalat subuh dan isya', senang bersama-sama dengan orang yang mempunyai alamat kemunafikan, malas dalam berjihad fi sabilillah dan lain sebagainya.

(refrensi, aysarussuruh 'alal qaulil mufid fii adilatittauhid, syaikh abu ibrahim muhammad al-whusabi, hal 82-83, darul istiqamah, 1430 H, kairo mesir)

nasehat muslim

www.nasehat-muslim.blogpsot.com

Tentang Jual Beli dan Riba














Nasehat Muslim.

Tentang diperbolehkan jual beli telah disyariatkan dalam al-qur'an, assunnah dan ijma'

Allah berfirman, artinya,
"Allah telah menghalalkan jual beli dan telah mengharamkan riba"
(QS.Al-baqarah:275)

Ayat ini membantah atas orang yang mengatakan jual beli itu sama dengan riba, dalam Jual beli itu saling timbal balik memberi dan menerima, dan adapun riba hanya mengambil tidak memberi barang, dan riba itu memudharatkan seta merugikan salah satu pihak, dan adapun keuntungannya sebenarnya adalah kerugian

Allah berfirman, artinya,
”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah"
(QS al-Baqarah (2): 276)

Dan riba itu mudharat, sedangkan jual beli itu maslahat untuk semua. Berselisih para ulama tentang alif lam dalam al-bay' (jual beli) sebagaimana ayat " Allah telah menghalalkan jual beli" , maka berkata sebagian ulama bahwa alif lam dalam kaidah bahasa arab termasuk dalam alif lam istigraq yaitu maksudnya menyeluruh, artinya seluruh jual beli itu halal bagi manusia, kecuali yang dikecualikan oleh syariat.
(referensi, min fiqh muamalah, Dr. shalih bin fauzan, riyadh, 1422 H)

nasehat muslim

Kamis, 10 Februari 2011

Buah beriman dengan Hari Akhir














Nasehat Muslim.

Beriman terhadap hari kiamat adalah keyakinan yang tidak ada keraguan didalamnya,

Allah berfirman, artinya, "Allah tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Dia akan mengumpulkan kalian pada hari kiamat tidak ada keraguan didalamnya, dan siapakah yang lebih benar perkataanya dari Allah" (QS. An-nisa:87)

Iman terhadap hari akhir meliputi beriman tentang akan adanya kebangkitan manusia setelah kematiannya, dan juga beriman dengan adanya pengumpulan manusia, adanya telaga, shirath, mizan, syafaat dan yang selain dari itu.

Dan buah dari beriman dari akhir ini yaitu akan lebih menambah semangat dalam beramal ketaatan kepada Allah ta'ala dan mengharap akan mendapat pahala, dan menjauhi kemaksiatan, serta takut akan adzab Allah.

(referensi, taysirul whusul ila naylil mamul, syaikh muhammad bin abdulkarim, Shan'a, Hal 80-81, Darul Haramain)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com