Laman

Sabtu, 19 Februari 2011

Tentang Istighfar













Nasehat Muslim

Alhamdulillah washalatu wassalamu 'ala rasulillah, amma ba'du

Istighfar yaitu memohon ampunan, permintaan ampunan kepada Allah ta'ala, dan ampunan merupakan pelindung dari keburukan dosa.

Dan telah banyak sekali penyebutan istighfar didalam al-qur'an, kadang merupakan perintah Allah subhanahu wata'ala kepada manusia untuk beristighfar,

Allah berfirman, artinya
"dan beristighfarlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha pengampun dan Maha penyayang"
(QS. al-muzzamil : 20)

Kadang berupa pujian Allah terhadap orang yang beristighfar, yang memohon ampun kepada Allah, bahwa Allah akan masukkan mereka kedalam surga yang penuh kenikmatan

Allah berfirman, artinya
"dan (al-mustaghfirin) orang-or­ang yang memohon ampun di ujung malam"
(QS. al-Imran:17)

Kadang Allah menyebutkan bahwa Allah akan mengampuni orang beristighfar, yang memohon ampun kepada Allah

Allah berfirman, artinya
"dan orang yang melakukan keburukan atau mendzalimi diri kemudian yastaghfir (memohon ampun) kepada Allah, maka akan mendapati Allah Maha Pengampun dan Penyayang "
(QS. al-Imran:17)

Berkaitan antara istighfar dengan taubat, istighfar permohonan ampun dengan lisan, dan taubat yaitu meninggalkan dosa dengan segenap hati dan seluruh anggota badan.

Adapun hukum istighfar sama dengan hukum berdoa, jika Allah menghendaki maka Allah akan mengabulkan dan mengampuni orang yang beristfighfar, terlebih lagi apabila permohonan ampun itu benar-benar keluar dari hati yang telah merasa hancur dengan dosa dan benar-benar jujur ingin meninggalkan dosa.

Dan juga terlebih lagi istighfar atau permohonan ampun ini dilakukan pada saat waktu terkabulnya doa, seperti saat waktu sahur, pada 1/3 malam akhir, pada waktu sebelum salam didalam shalat, dan pada waktu terkabul doa lainnya.

Wa shalallahu 'ala Nabiyina Muhammad wa aalihi wa shohbihi.


(Referensi, tazkiyatun nufus wa tarbiyatuha, hal 50-51, Dr. ahmad farid,
darul qalam, beirut, lebanon)


nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com


Sebab Saktinya Hati








Nasehat Muslim

Fitnah yang menyebabkan seseorang menyimpang dari kebenaran, manakala fitnah itu menimpa hati, maka fitnah itu akan menjadikan hati sakit, baik itu berupa fitnah syahwat maupun syubhat.

Adapun yang pertama, menyebabkan rusaknya niat baik seseorang, dan yang kedua, menyebabkan rusaknya ilmu dan keyakinan seseorang.

Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bersabda : “Fitnah dibentangkan di hati seperti dibentangkannya tikar, tiap hati yang mengingkarinya maka diberi satu titik putih, dan tiap hatinya menyerapnya maka diberi satu titik hitam, hingga hati pun menjadi dua macam, hati putih seperti benda jernih dimana fitnah tidak akan membahayakannya selama langit dan bumi masih ada, dan yang lainnya hati hitam berdebu seperti panci kotor - beliau memiringkan telapak tangan - ia tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran kecuali sesuatu yang terserap dari hawa nafsunya" [HR.Muslim no. 144]

Hati yang apabila dinampakkan fitnah, hati itu menyerap dan tidak menentang, maka hati ini akan menjadi hitam, dan hati inilah yang akan menuju pada kebinasaan, maka hati ini mengira kebaikan itu justru kemunkaran, tidak mengenal kebaikan, dan tidak mengingkari kemunkaran, mengira yang sunnah itu bid'ah, dan mengira yang bid'ah itu justru sunnah.

Adapun hati yang putih, hati yang mengingkari fitnah yang menyebabkan penyimpangan dari kebenaran, maka terpancar didalamnya cahaya keimanan, manakala tampak padanya fitnah maka hati ini mengingkari dan menolaknya, maka ditambahkanlah cahaya dalam hati ini, hati ini berhukum dengan apa-apa yang rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam bawa.

(Referensi, tazkiyatun nufus wa tarbiyatuha, hal 30-31, Dr. ahmad farid, darul qalam, beirut, lebanon)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Jumat, 18 Februari 2011

Hati yang Selamat














Nasehat Muslim

Hati yang sehat adalah hati yang selamat, dan tidaklah selamat pada hari kiamat kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang sehat ini.

Allah berfirman, artinya,
"Hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat"
(As-syu'ara:88-89)

Hati yang selamat yaitu hati yang selamat dari segala syahwat yaitu yang menyebabkan penyelisihan terhadap perintah Allah subhanahu wata'ala, dan dari segala syubhat yaitu kesalahan pemahaman agama yang menyebabkan penyimpangan terhadap kebaikan.

Dan hati yang selamat yaitu selamat dari beribadah kepada selain Allah ta'ala, selamat dari berhukum pada hukum selain yang telah dibawa rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam.

Dan hati yang selamat adalah yang mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah ta'ala, yang ikhlaskan dalam mencintai Allah, ikhlas dalam bertawakal, ikhlas dalam inabah, ikhlas dalam takut pada Allah, ikhlas dalam berharap pada Allah, dan ikhlas dalam seluruh amalan hanya untuk Allah ta'ala.

Dan hati yang selamat, adalah hati yang ketika mencintai adalah mencintai hanya karena Allah, dan hati yang dalam membenci sesuatu maka membenci hanya karena Allah, dan ketika memberi maka memberi hanya karena Allqah ta'ala, dan ketika mencegah maka mencegah hanya karena Allah.

Dan hati yang selamat ini adalah yang patuh dengan apa-apa yang telah dibawa oleh rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam.

(Referensi, tazkiyatun nufus wa tarbiyatuha, hal 25, Dr. ahmad farid, darul qalam, beirut, lebanon)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com


Jalan Menuju Surga













Nasehat Muslim

Rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam, bersabda
“Barangsiapa berjalan di satu jalan dalam rangka menuntut ilmu agama, maka Allah mudahkan jalan menuju surga" (HR.Muslim, didalam dzikir dan doa (13/21)

Berjalan menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama dalam hadist ini mencakup jalan secara hakiki seperti jalan menuju tempat belajar ilmu agama, dan masuk juga dalam hal ini mencakup jalan secara maknawi yaitu hal yang menyampaikan pada ilmu seperti membaca ilmu agama, menghapalkan dan sebagainya.

Rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam, bersabda
“..maka Allah mudahkan jalan menuju surga.." (HR.Muslim, didalam dzikir dan doa (13/21)

Maksud dari hal ini bahwa Allah memudahkan memahami ilmu agama, atau memudahkan dalam menuju pada ilmu agama itu, dan bahwa sesungguhnya ilmu agama adalah jalan menuju surga.

(Referensi, tazkiyatun nufus wa tarbiyatuha, hal 21-12, Dr. ahmad farid, darul qalam, beirut, lebanon)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com


Dengan Ikhlas Terbebas dari Syaithan













Nasehat Muslim

Ikhlas yaitu menunggalkan Allah ta'ala dalam niat ketaatan. Dan syarat ibadah akan diterima Allah yaitu hanya dengan Ikhlas dan Ittiba'.

Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda, artinya,
Tiga hal yang hati seorang muslim tidak dengki padanya: ( salah satunya) Ikhlas dalam beramal karena Allah .."
(HR. Tirmidzi, Al-hafidz di al-fath (6/28)

Ikhlas inilah hal yang akan menjadi baiknya hati seseorang, jika dia mempunyai ikhlas maka akan baik hatinya, barangsiapa yang berakhlaq dengan akhlaq ini maka akan bersihlah hatinya dari khianat dan keburukan.

Dan tidaklah hati hamba terbebas dari syaithan kecuali dengan hati ikhlas yang memurnikan dalam ibadah dan ketaatan hanya untuk Allah subhanahu wata'ala saja.

Allah berfirman, artinya,
Iblis berkata, 'demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka."
(QS. Shad: 75-83)

Berkata salah seorang shalih pada dirinya sendiri, wahai jiwa, ikhlaslah, murnikan niat ketaatan hanya untuk Allah, maka kau akan terbebas dari syaithan.


(Referensi, tazkiyatun nufus wa tarbiyatuha, hal 13-14, Dr. ahmad farid, darul qalam,
beirut, lebanon)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com


Sudahkah Kita Menjadi Hamba yang Bersyukur














Nasehat Muslim


Hamba yang bersyukur adalah yang telah memenuhi tiga rukun, dan tidaklah seorang hamba dikatakan bersyukur kecuali telah mengumpulkan tiga hal ini, yaitu, pengakuan hati bahawa nikmat berasal itu dari Allah ta'ala, pengabaran nikmat secara lisan, dan penggunaan nikmat didalam ketaatan pada Allah.

Oleh karena itu, syukur berkaitan dengan hati, lisan, dan seluruh anggota tubuh.

Dan hati mengetahui dan mengakui bahwa yang bisa memberi nikmat hanya Allah dan nikmat itu hanya berasal dari Allah subhanhu wata'ala, dan lisan dengan memuji Allah dan mengucapkan alhamdulillah, dan seluruh anggota badan menggunakannya untuk berbuat ketaatan dan untuk menjauhi kemaksiatan dan dosa.

Dan Allah telah mengaitkan syukur dengan keimanan, dan Allah ta'ala mengabarkan tidak akan mengadzab hamba yang bersyukur dan beriman.

Allah berfirman, artinya,
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.
(QS. an-Nisa' (4) : 147)


(Referensi, tazkiyatun nufus wa tarbiyatuha, Dr. ahmad farid, darul qalam, beirut, lebanon)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Senin, 14 Februari 2011

Tentang Kebahagiaan












Nasehat Muslim

Alhamdulilah wasahalatu wassalamu 'ala rasulillahwa'ala alhi washabihi amma ba'du

Allah berfirman : "Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. (QS. al-Infithar (82) : 13-14)

Berkata sebagian ahli tafsir, bahwa ayat ini mengabarkan tentang keadaan orang yang berbakti kepada Allah subhanahu wata'ala dan orang yang durhaka kepada Allah ta'ala didalam kehidupan mereka.

Adapun orang mukmin maka mereka akan merasakan kebahagiaan didunia, dikubur dan diakhirat. Dan adapun orang yang fajir durhaka kepada Allah ta'ala maka mereka senantiasa berada dalam ketidaktenangan dalam dunia mereka, dalam kubur mereka dan terlebih di akhirat mereka, karena yang mereka ketahui tentang kebahagiaan itu yaitu hanyalah kenikmatan dunia semata.

Padahal sesungguhnya kebahagiaan hakiki itu adalah kebahagiaan hati dengan ketenangan hati, dan orang mukmin dengan iman mereka kepada Allah ta'ala, serta menyandarkan hati hanya pada Allah ta'ala, dan merasa cukup dengan Allah, serta menegakkan hak-hak Allah dan membenarkan janji Allah ta'ala, maka hati mereka pun menjadi tenang dan dada mereka pun menjadi lapang.

Adapun orang fajir yang durhaka pada Allah ta'ala, dengan sakitnya hati mereka dan ketidakpahaman mereka terhadap agama islam, dan penentangan mereka terhadap Allah subhanahu wata'ala, hati mereka hanya digunakan mengikuti dunia dan syahwat serta hawa nafsu, mereka selalu dalam adzab dan kelelahan.

(referensi menukil dari : http://www.binbaz.org.sa/mat/8273 )


nasehat muslim www.nasehat-muslim.blogspot.com