Laman

Selasa, 17 Desember 2019

Mengingat Allah

Hasil gambar untuk wahdah sabar


Nasehat Muslim

مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ
[الناس ٤]

"Dari bisikan yang senantiasa bersembunyi"
(Surat Al-Naas: 4)


Tafsir:

من أذى الشيطان الذي يوسوس عند الغفلة، ويختفي عند ذكر الله
(Berlindung kepada Allah) dari gangguan setan yang membisikkan keburukan ketika manusia lupa mengingat Allah, dan setan yang bersembunyi ketika manusia berdzikir kepada Allah

الميسر — مجمع الملك فهد
Tafsir Al-Muyassar, Majma' Malik Fahd
Kementrian Agama, Wakaf, Dakwah, Madinah, Saudi Arabia
https://furqan.co/muyassar/114/4







nasehat-muslim blogpsot co id

Sabtu, 14 Desember 2019

Hanya Allah yang Berhak Disembah

Hasil gambar untuk muslim.or.id sabar

Nasehat Muslim
﴿إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ﴾ [الناس ٣]
Ilah Manusia
(Surat Al-Naas: 2)

Tafsir:

إله الناس الذي لا معبود بحق سواه.
Ilah manusa yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia (Allah subhanahu wata'ala)

الميسر — مجمع الملك فهد
Tafsir Al-Muyassar, Majma' Malik Fahd
Kementrian Agama, Wakaf, Dakwah, Madinah, Saudi Arabia






nasehat-muslim blogpsot co id

Kamis, 05 Desember 2019

Tafsir Surat An-Naas 2: Allah yang Mengatur Seluruh Urusan Manusia

Hasil gambar untuk wahdah sabar


Nasehat Muslim

﴿مَلِكِ ٱلنَّاسِ﴾ [الناس ٢]

Allah Raja Manusia

(Surat Al-Naas: 2)

Tafsir:

ملك الناس المتصرف في كل شؤونهم، الغنيِّ عنهم
Raja manusia yang mengatur semua urusan mereka, dan memberi kecukupan semua kebutuhan mereka

الميسر — مجمع الملك فهد
Tafsir Al-Muyassar, Majma' Malik Fahd
Kementrian Agama, Wakaf, Dakwah, Madinah, Saudi Arabia






nasehat-muslim blogpsot co id

Selasa, 03 Desember 2019

Tafsir Surat An-Naas 1: Berlindung kepada Allah dari Gangguan Setan Jin dan Manusia

Hasil gambar untuk muslim.or.id jin


Nasehat Muslim

﴿قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ﴾
[الناس ١]
"Katakanlah; Aku berlindung kepada Rabb manusia"
(Surat Al-baqarah 122)

Tafsir:

من مقاصد السورة
تقرير توحيدَي الربوبية والألوهية؛ بتعليم النبي وأُمَّتِه وتربيتهم على الالتجاء إلى الله، والاستعاذةِ به ليكفيَهم شرَّ شياطين الإنس والجنِّ، الموسوسين لهم بتزيين طريقِ الشَّرِّ.
قل -أيها الرسول-: أعوذ وأعتصم برب الناس، القادر وحده على ردِّ شر الوسوا

Maksud dari surat An-Naas: pengakuan tauhid rububiyah (misalnya; meyakini bahwa Allah yang maha mencipta) dan tauhid uluhiyah (beribadah hanya kepada Allah semata), Allah mengajarkan kepada Nabi dan umat-Nya untuk berlindung kepada Allah dari keburukan setan dari jenis manusia dan jin, yang membisiki manusia dengan menghiasi keburukan, katakanlah; -wahai Rasul- aku berlindung kepada Rabb manusia, yang mampu untuk melawan buruknya bisikan

الميسر — مجمع الملك فهد
Tafsir Al-Muyassar, Majma' Malik Fahd
Kementrian Agama, Wakaf, Dakwah, Madinah, Saudi Arabia






nasehat-muslim blogpsot co id

Rabu, 27 November 2019

Siapa Mencelakakan Muslim niscaya Allah akan Mencelakakanya dan Siapa Menyusahkan Muslim niscaya Allah akan Membuatnya Susah

Hasil gambar untuk muslim.or.id


Nasehat Muslim

وَعَنْ أَبِي صِرْمَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ شَاقَّ مُسْلِمًا شَقَّ اللَّهُ عَلَيْهِ» أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُد وَالتِّرْمِذِيُّ، وَحَسَّنَهُ.
1402. Dan Abu Shirmah Radhiyallahu Anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa mencelakakan seorang muslim niscaya Allah akan mencelakakan dirinya. Dan barangsiapa menyusahkan seorang muslim niscaya Allah akan membuatnya susah." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia menghasankannya)
[Hasan: Abu Daud 3635]
ـــــــــــــــــــــــــــــ
[سبل السلام]
Penjelasan Kalimat
Dari Abu Shirmah (dengan mengkasrahkan huruf shad dan mensukunkan huruf ra’, ia dikenal dengan kuniyahnya dan para ulama berselisih pendapat dalam menentukan namanya. Ia berasal dari Bani Mazin bin An-Najjar dan ikut dalam perang Badar serta perang-perang berikutnya). Ia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa mencelakakan seorang muslim niscayaAllah akan mencelakakan dirinya. Dan barangsiapa menyusahkan seorang muslim niscaya Allah akan membuatnya susah." Hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia menghasankannya.

Tafsir Hadits
Barangsiapa yang merusak harta seorang muslim, atau dirinya dan kehormatannya tanpa alasan syar'i, maka Allah akan mencelakakannya. Yakni akan membalasnya dengan perbuatan yang sama. Al-masyaqqatu artinya Al-munaaza'ah yakni barangsiapa menentang seorang muslim dengan cara yang zhalim dan melampaui batas, maka Allah akan mencelakakannya dan menyusahkannya sebagai balasan atas perbuatannya. Hadits di atas merupakan peringatan keras terhadap orang yang menyakiti seorang muslim dengan cara apa pun.

Subulussalam, Syarh Bulughul Maram






nasehat-muslim blogpsot co id

Selasa, 26 November 2019

Allah Membenci Orang yang Keji dan Kotor Katanya

Hasil gambar untuk muslim.or.id puasa

Nasehat Muslim

وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «إنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ» أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ
1403. Diriwayatkan dari Abu Darda' Radhiyallahu Anhu berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji dan kotor kata-katanya." (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan olehnya)
[Shahih: At-Tirmidzi (2002)]
ـــــــــــــــــــــــــــــ
[سبل السلام]
Tafsir Hadits
Al-bughdhu (kebencian) lawan dari mahabbah (kecintaan). Maksud Allah membenci hamba-Nya adalah Allah akan menurunkan siksaan-Nya dan tidak memuliakan si hamba. Al-badzii-i dengan timbangan fa'il dari kata al-badzaa-u artinya perkataan kotor yang mana hal ini bukanlah sifat seorang mukmin.

Subulussalam, Syarh Bulughul Maram






nasehat-muslim blogpsot co id

Jumat, 22 November 2019

Mukmin Tidak Mencela, Mengutuk, Berbuat Keji dan Berkata Kotor

Hasil gambar untuk muslim.or.id orang tua


Nasehat Muslim


وَلَهُ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ - رَفَعَهُ «لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ، وَلَا اللَّعَّانِ، وَلَا الْفَاحِشِ، وَلَا الْبَذِيءِ» وَحَسَّنَهُ. وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ، وَرَجَّحَ الدَّارَقُطْنِيُّ وَقْفَهُ.
1404. Diriwayatkan juga oleh At-Tirmidzi dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu Anhu secara marfu'dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan suka mengutuk serta bukan pula orang yang keji dan kotor kata-katanya.” (Hadits ini dihasankan oleh At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Hakim. Akan tetapi, Ad-Daraquthni menguatkan riwayat mauqufhya -dari perkataan Ibnu Mas'ud-)
ـــــــــــــــــــــــــــــ
[سبل السلام]
Tafsir Hadits
Ath-Tha'nu artinya as-sabbu (mencela), dikatakan: tha'na fi 'irdhihi artinya mencela kehormatannya. Al-li'aan: isim fa'il dengan bentuk mubaalaghah (menunjukkan arti: sering) dengan timbangan fa'aal artinya banyak mengutuk. Bukan berarti dapat diambil kesimpulan dari hadits tersebut bahwa mencaci sekali-sekali hukumnya boleh. Sebab melaknat itu tetap diharamkan, baik dilakukan sekali-sekali maupun sering.
Hadits ini mengabarkan bahwa mencaci dan melaknat bukanlah sifat seorang muslim. Terkecuali laknat tersebut ditujukan kepada orang kafir, peminum khamar dan orang-orang yang telah dilaknat Allah dan rasul-Nya.


Subulussalam, Syarh Bulughul Maram







nasehat-muslim blogpsot co id