Laman

Jumat, 15 April 2011

Tentang Haramnya Mengganggu














Nasehat Muslim

Allah ta'ala befirman, artinya,
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
(QS. Al Lahab: 1-5)

Petunjuk yang didapatkan dari surat yang mulia ini diantaranya adalah penjelasan ketetapan Allah ta'ala tentang binasanya abu lahab yang senantiasa memusuhi rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam dan membuat berbagai tipu daya untuk mencelakan beliau shalallahu'alaihi wassalam.

Juga penjelasan tentang tidak akan bergunanya harta dan anak terhadap seseorang dari siksaan Allah ta'ala manakala seseorang itu meninggalkan perintah Allah ta'ala dan beramal amalan kemaksiatan.

Dan dalam surat ini juga mengandung petunjuk tentang haramnya seorang mengganggu orang lain.

Bahwa Abu lahab adalah paman nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam, dari sini terdapat petunjuk bahwa seseorang itu tidak mampu memberi petunjuk pada orang lain jika Allah tidak memberikan petunjuk-Nya, jika Allah menghendaki seseorang sesat dan masuk neraka maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk kecuali Allah ta'ala.

(Sumber utama, Aysar at-Tafasir li Kalaamil 'Aliyyil Kabir, Syaikh Abu bakar Jabir al-jazairi, dalam tafsir surat al-lahab)

Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Bukti Bathil Perkataan Allah ta'ala Punya Anak














Nasehat Muslim

Allah ta'ala berfirman, artinya
"katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
(QS. Al-ikhlas : 1-4)

Petunjuk dalam surat al-ikhlas yang mulia ini yaitu mengenal Allah ta'ala melalui nama dan sifat-Nya, dan juga didalamnya ada pengakuan tentang tauhid yaitu beribadah hanya kepada Allah ta'ala serta nubuwah.

Dan dalam surat yang mulia ini membuktikan tentang bathilnya orang kafir yang mengatakan bahwa Allah ta'ala mempunyai anak.

Juga wajib bagi seluruh manusia untuk beribadah hanya kepada Allah ta'ala tidak berbuat kesyirikan, karena hanya Allah ta'ala yang berhak diibadahi.

(Referensi, aysar tafasir, syaikh abu bakar jabir aljazairi, dalam surat al-ikhlas)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Tentang Haramnya Sihir dan Dengki














Nasehat Muslim

Allah ta'ala befirman, artinya,
"Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki"
(QS. Al-falaq : 1-5)

Petunjuk dari surat al-falaq yang mulia ini yaitu wajib bagi umat islam untuk senantiasa berlindung kepada Allah ta'ala dari setiap hal yang tersembunyi yang tidak mampu bagi manusia untuk menolak hal itu, seperti dari syaithan dan sihir.

Dan dari surat yang mulia ini juga didapatkan petunjuk tentang haramnya melakukan sihir seperti dengan meniup tali-tali, dan juga bahwa sihir itu adalah tindakan kufur sebuah kesyirikan yang harus dihindari manusia.

Juga haram bagi manusia untuk mendengki pada yang lainnya karena dengan kedengkian itu seringkali manusia membunuh orang lain atau melakukan tipu daya untuk mencelakakan orang seperti kisah saudara nabi yusuf yang dengki pada nabi yusuf, dan kedengkian ini juga akan membakar amalan manusia seperti api membakar kayu bakar.

Dan harus dibedakan antara dengki dengan ghibtah, adapun dengki menginginkan agar nikmat yang diterima oleh orang lain itu lenyap, sedangkan ghibthah yaitu keinginan untuk bisa sepeti orang lain misal ingin bisa melakukan sedekah seperti orang kaya yang banyak sedekah, atau ingin bisa pandai dalam memahami agama islam seperti para ulama, tanpa diiringi agar nikmat yang ada pada orang yang lain hilang.

(Sumber utama, Aysar at-Tafasir li Kalaamil 'Aliyyil Kabir, Syaikh Abu bakar Jabir al-jazairi, dalam tafsir surat al-falaq)

Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Hukum Sholat Sunnah saat Bepergian Safar














Nasehat Muslim

Hukum Sholat Sunnah dalam Bepergian Shafar

Pertanyaan :
Apakah shalat witir setelah Isya' saat kita bepergian shafar dilaksanakan tiga rakaat atau satu rakaat?

Jawab :
Lakukanlah shalat witir dengan rakaat ganjil yang termudah bisa tiga rakaat, lima rakaat, tujuh rakaat ataupun sembilan rakaat ataupun rakaat ganjil selanjutnya tidak dibatasi baik saat mukim tidak safar ataupun saat safar.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad shalallahu'alaihi wassalam dahulu yang tidak membatasi rakaat shalat witir baik saat shafar maupun tidak shafar, demikianlah tata cara melakukan shalat witir.

Adapun hukum shalat sunnah setelah atau sebelum dzuhur, sebelum shalat ashar, setelah maghrib dan setelah isya' maka yang utama meninggalkannya saat sedang bepergian safar.

(Tanya Jawab di Masjidil Haram Mekah bersama Syaikh Abdul 'Azis bin 'Abdullah bin Baz)


Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Kamis, 14 April 2011

Berlindung dari Syaithan














Nasehat Muslim

Allah berfirman, artinya, “Katakanlah : “Aku berlindung kepada Rabb manusia”, “Raja Manusia”, “Sembahan manusia”,“Dari kejahatan (bisikan) syaithan yang biasa bersembunyi”, “Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam manusia”,“Dari jin dam manusia” [An-Naas : 1-6]

Petunjuk yang ada didalam surat an-naas yaitu wajib bagi manusia untuk berlindung kepada Allah ta'ala dari syaithan yang selalu mengajak pada keburukan baik dari golongan manusia maupun jin.

Wajib meyakini bahwa Allah ta'ala yang menciptakan dan mengatur seluruh yang ada dilangit dan dibumi, serta wajib beribadah hanya kepada-Nya, tidak berbuat kesyirikan.

Lafadz isti'adzah yaitu a'udzubillahiminssyaithanirrajim,yang artinya aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk, dan ini sangat bermanfaat, salah satunya saat marah maka berlindung dari syaithan.


(Lihat, aysar tafasir surat an-naas, syaikh abu bakar jabir aljazairi)

Nasehat muslim -

www.nasehat-muslim.blogspot.com


Senin, 11 April 2011

Manusia Masuk Islam Berbondong-bondong







Nasehat Muslim

Allah Ta’ala berfirman,

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.”

(QS. An Nashr: 1-3)

Didalam surat yang mulia ini yaitu surat an-nashr terdapat kabar gembira kepada nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam tentang datangnya pertolongan Allah subhanahu wata'ala, dengan fathu mekah, manusia berbondong-bondong masuk agama islam, dan menjadi penolong agama islam setelah sebelumnya memusuhi islam.

Oleh karena itu, rasulullah shalallahu'alaihi wassalam diperintahkan untuk bersyukur dengan bertasbih, beristighfar, dan memuji Allah subhanahu wata'ala, karena dengan syukur Allah ta'ala akan menambah nikmat-Nya.

Pertolongan Allah ta'ala akan senantiasa ada bagi agama Islam yang haq ini, seperti ketika zaman khulaurrasyidin islam tersebar keberbagai penjuru dunia, dan zaman setelahnya hingga islam ini bisa tersebar dan masuk keberbagai tempat yang tidak bisa dimasuki berbagai agama lain, juga pertolongan ini akan senantiasa kepada umat islam ini seterusnya.

Dan saat diturunkan surat ini ini juga mengisyaratkan tentang telah dekatnya waktu wafat rasulullah muhammad shalallahu'alaih wassalam, maka Allah ta'ala memerintahkan rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam memuji Allah ta'ala dan bersitighfar memohon ampun pada Allah subhanahu wata'ala.

(Lihat dalam, Taisir Karimir Rahman Fi Tafsir Kalamil Mannan, Surat An-nashr, syaikh abdurrahmn bin nashir as-sa'di)


Nasehat Muslim

www.nasehat-muslim.blogspot.com

Minggu, 10 April 2011

Hukum Shalat yang Tidak Sempurna Tasyahud Akhir













Nasehat Muslim

Pertanyaan :
Telah diketahui bahwa tasyahud akhir merupakan rukun dari rukun-rukun shalat, didalam salah satu shalat Imam tidak menyempurnakan tahiyatnya, maka apakah perlu saya mengulang shalat?

Jawab :
Sempurnakanlah atasmu tasyahud walaupun engkau terlambat dari sebagian gerakan imam shalat, karena tasyahud akhir merupakan rukun menurut pendapat ulama yang paling benar, sebagaimana shalat nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam.

Dan wajib bagi engkau untuk menyempurnakan tahiyat akhir ini walaupun imam telah mengucapkan salam, yang didalamnya ada permintaan perlindungan dari adzab jahannam, adzab kubur, juga dari fitnah kehidupan dan setelah mati, dan dari fitnah masih ad-dajjal, karena nabi shalallahu'alaihi wassalam memerintahkan berlindung dari empat hal ini didalam tasyahud akhir, dan sebagian ulama mengatakan hal ini wajib.

(Syaikh abdulazis bin abdullah bin baz)



nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com