Laman

Jumat, 06 Mei 2011

Tentang Bahaya Kaahin














Nasehat Muslim

Kaahin adalah tiap orang yang menyatakan diri mengetahui hal ghaib, dan seorang muslim tidak boleh mempercayai kahin,

Dan nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam telah mengabarkan tentang hal ini, yaitu bahwa syaithan berusah mencuri berita dari langit, kemudian mencampurkan dengan seratus kebohongan kemudian mengabarkannya kepada para kaahin, dan manusia yang tertipu akan begitu saja mempercayai hal itu.

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta"
(QS . asy-syua'ra : 221-223)

Dan nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda
Barangsiapa datang kepada kaahin atau 'araf kemudian membenarkan apa yang dikatakannya maka sungguh dia telah kafir dari apa-apa yang diturunkan kepada muhammad
(HR. Ahmad, 2/429)

Oleh karena begitu berbahayanya percaya dengan kaahin ini maka tiap muslim perlu waspada terhadap kaahin yang seiring dengan perkembangan zaman kaahin ini mungkin telah berubah nama dengan berbagai variasi nama yang terlihat modern sesuai dengan tempat dan waktunya, maka pahamilah hakikatnya jangan sampai tertipu namanya.

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 250-251)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Kamis, 05 Mei 2011

Indahnya Persaudaraan Islam karena Allah













Nasehat Muslim

Seorang muslim terhadap saudara muslim yang lainnya, walau mereka berbeda bahasa asalnya, berbeda warna kulitnya, berbeda bangsanya, berbeda adat kebiasaan daerah asalnya namun mereka bersaudara, mereka satu dalam persaudaran islam.

Walau mereka berada dalam jarak yang jauh, berbeda dalam tempat tinggal, berbeda negara namun mereka bersepakat dan berkumpul dalam Islam, mereka menjadi bersaudara karena Allah ta'ala hati mereka satu, mereka mencintai satu dengan yang lainnya.

Adapun ahli kebatilan, penentang kebenaran islam, pembawa kesesatan, walaupun seolah mereka terlihat berada dalam tempat yang satu, akan tetapi sebenarnya mereka berpecah, hati mereka bermusuhan, badan mereka berdekatan, akan tetapi hati mereka berpecah belah dan berjauhan.

Hal ini sebagaimana firman Allah ta'ala tentang orang kafir, artinya :
"Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu mengira mereka itu bersatu, padahal hati-hati mereka terpecah-belah.”
[Al-Hasyr : 14]

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 253-254)

Nasehat Muslim

Orang Islam Tidak Fanatik Madzhab dan Golongan














Nasehat Muslim

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai berai"
(QS. Ali 'Imran. 103)

Tali Allah (Khablullah) adalah al-qur'an dan Islam.

Adapun maksud, berpegang teguhlah kalian semua (jamiy'an) dalam ayat diatas, yaitu berpegang teguhlah kalian semua diatas al-qur'an dan assunnah.

Sedangkan firman Allah ta'ala (wala tafarraquw) atau jangan kalian bercerai-berai, maksudnya adalah ketika Allah ta'ala memerintahkan untuk berpegang teguh dan bersatu maka dilaranglah saling berpecah-belah.

Dan Allah ta'ala mengabarkan bahwa bersatu itu didalam tali Allah yaitu al-qur'an, oleh karena itu tidak boleh berpegang teguh fanatik terhadap madzhabnya sendiri-sendiri ataupun golongannya masing-masing karena hal ini semualah yang menyebabkan perpecahan.

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 253-254)


Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Agama Para Nabi adalah Satu














Nasehat Muslim

Islam itu adalah beribadah kepada Allah ta'ala saja tidak menyekutukannya, inilah agama yang malaikat, manusia dan jin dilangit dan dibumi beragama dengan hal ini.

Islam itu adalah agama seluruh nabi dan para pengikut mereka, baik yang diciptakan terdahulu atau kemudian, agama para nabi itu adalah satu.

Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam
"Dan para Nabi itu saudara 'allat, ibu mereka berbeda-beda
tapi agama mereka satu"
[HR Bukhari (3443)]

Islam yang maknanya secara umum adalah menyerahkan diri kepada Allah ta'ala dengan bertauhid kepada-Nya, dan patuh dengan berbuat ketaatan pada-Nya.

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 257)

Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Jumat, 29 April 2011

Tentang Pemikiran Mu'atilah dan Musyabihah














Nasehat Muslim

Agama Allah didalam aqidah nama dan sifat Allah ta'ala itu pertengahan, tidak menolak dan tidak pula menyerupakan, tidak menolak nama dan sifat Allah ta'ala, dan tidak pula menyerupakan mahluk dengan Pencipta, aqidah islam adalah pertengahan.

Adapun pemikiran mu'atilah yaitu sebuah doktrin pemikiran yang berlebihan dalam menolak nama dan sifat Allah ta'ala, pemikiran ini meniadakan Allah ta'ala mempunyai nama dan sifat, pemikiran ini sangat jelas sekali menyimpang didalam al-qur'an dan assunnah.

Adapun pemikiran musyabihah adalah sebuah doktrin pemikiran yang sangat berlebihan didalam menyerupakan, yaitu mereka menyerupakan Allah ta'ala dengan mahluknya, mereka menyatakan Allah sama dengan mahluk, na'udzubillah min dzalik.

Sedangkan aqidahIslam yang lurus adalah pertengahan dari hal itu, yaitu menetapkan apa-apa yang Allah tetapkan bagi dirinya sendiri dalam nama dan sifat-Nya sebagaimana dalam al-qur'an dan menetapkan nama dan sifat Allah ta'ala sebagaimana yang dijelaskan oleh rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam.

Allah ta'ala berfirman, artinya
"tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya, dan Dia Maha mendengar lagi Maha melihat"
(QS. asy-syura : 11)

Aqidah islam yang lurus tidaklah meniadakan nama dan sifat Allah, dan juga tidak menyerupakan dengan mahluk, aqidah islam pertengahan.

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah)

Nasehat Muslim
www.nasehat muslim.blogspot.com

Takut dan Harap pada Allah ta'ala














Nasehat Muslim

Seorang muslim dalam dirinya haruslah tengah-tengah antara perasaan merasa aman dari makar Allah ta'ala dan merasa berputus asa dari rahmat Allah ta'ala, tidak boleh condong kepada salah satunya.

Oleh karenanya seorang muslim itu senantiasa berharap rahmat Allah, dan tidak merasa aman dari makar Allah subhanahu wata'ala, dari adzab dan dari fitnah, akan tetapi juga berputus asa dari rahmat-Nya sehingga menggabungkan antara takut pada Allah ta'ala dan berharap kepa Allah ta'ala, inilah sifat para nabi yang Allah ta'ala menyebutkan sifat mereka dalam al-qur'an.

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami."
(QS. al-Anbiya: 90)

Merekalah para nabi yang takut Allah ta'ala akan tetapi tidak membawa mereka berputus asa dari rahmatNya.

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir”(QS. yusuf : 87)

Perasaan harap mereka terhadap Allah ta'ala tidak membawa mereka dari merasa aman dari makar Allah.

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali kaum yang merugi"
(QS. al-a'raf : 99)

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 263)

Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Beradab pada Allah ta'ala













Nasehat Muslim

Tiap muslim sepantasnya beradab kepada Allah subhanahu wata'ala, dan senantiasa meminta kepada Allah subhanahu wata'ala agar diteguhkan bisa beristiqomah dalam agama ini.

Dan janganlah merasa telah mengetahui dan mengilmui aqidah islam yang benar kemudian tidak mau berdoa pada Allah ta'ala agar diberi istiqomah, karena tiap muslim kadang berbuat kesalahan, dan tidak pernah aman dari berbagai macam fitnah yang akan mengeluarkannya dari kebenaran.

Dan jangan pula manusia tertipu dengan ilmunya, merasa sudah berilmu agama lalu tidak mau memohon pada Allah ta'ala agar dikokohkan dalam agama ini, padahal nabi ibrahim 'alihissalam yang merupakan kekasih Allah ta'ala saja masih berdoa kepada Allah agar tidak terjerumus kedalam jurang kesyirikan.

Allah ta'ala berfirman, artinya
"(Tuhanku) Jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari penyembahan berhala. Duhai Tuhanku, sesungguhnya mereka itu telah menyesatkan banyak manusia.”
(QS. Ibrahim: 35-36).

Maka sepantasnya tiap muslim memohon pada Allah ta'ala keselamatan dan 'afiat, berapa banyak manusia yang berilmu agama, tapi diakhir hidupnya ia berubah, karena semua tergantung pada akhir hidupnya, maka seharusnya seorang muslim selalu berdoa agar dikokohkan dan ditetapkan dalam agama islam ini.

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 263)

Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com