Laman

Jumat, 06 Mei 2011

Wali Allah














Nasehat Muslim

Wali Allah adalah tiap orang yang dicintai Allah ta'ala karena beriman dan bertaqwa.

Allah ta'ala berfirman, artinya
“ Ketahuilah sesungguhnya wali-wali Alloh tidak ada rasa takut atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, (yaitu mereka) adalah orang-orang yang beriman dan mereka senantiasa bertaqwa “
(QS. Yunus : 62-63)

Dalam ayat diatas diketahui yang dimaksud wali Allah adalah orang yang mampu mengumpulkan dua sifat yaitu beriman dan bertaqwa.

Allah ta'ala berfirman tentang orang yang akan dicintai-Nya, artinya
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri"
(QS. al-baqarah : 222)

Allah ta'ala berfirman,artinya
"sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik"
(QS. albaqarah : 195)

Oleh karena itu jika ada orang yang menyatakan diri sebagai wali Allah atau dinyatakan orang bahwa dia adalah wali Allah, namun ternyata dalam hidupnya dia bukan orang yang beriman dan bertaqwa tapi justru orang yang melanggar perintah-Nya dan justru menjalankan larangan-Nya terlebih banyak memusuhi islam sendiri, dan daripada itu ia juga senang dunia sihir serta menyatakan diri mengetahui hal ghaib, maka ketahuilah dia adalah pendusta dan dialah wali syaithan.

(Rujukan utama, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 238-239)

Nasehat Muslim

Bintang Melata Berbicara dengan Manusia














Nasehat Muslim

Salah satu tanda akan dekatnya datang hari kiamat yaitu akan munculnya binatang melata yang bisa berbicara dengan manusia.

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi (daabbatum minal ardh) yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."
(QS.An Naml :82)

Akan tetapi kita tidak mengetahui tempat keluarnya dinegara mana atau dipulau mana secara pasti karena ini adalah peristiwa ghaib yang tidak dijelaskan didalam al-qur'an dan assunnah.

Namun kita tetap beriman tentang akan keluarnya bintang ini menjelang hari kiamat karena tentang keluarnya sebagaimana dalam ayat diatas sangatlah jelas.

(Rujukan utama, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 248)

Nasehat Muslim

Tentang Bintang














Nasehat Muslim

Bintang merupakan mahluk Allah ta'ala yang diciptakan oleh Allah ta'ala untuk tiga hal yaitu untuk menghiasi langit dunia, juga untuk melempari syaithan yang akan mencuri berita langit, dan sebagai tanda arah bagi mereka yang tersesat didarat dan lautan.

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya)"
(QS. an-nahl : 12)

Oleh karena itu, manakala ada orang yang menyandarkan suatu kejadian terjadi karena bintang ini dan itu, menyandarkan rezeki karena bintang ini dan itu maka sungguh ia telah berbuat perkara jahiliyah dan membatalkan keimanannya.

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 252-253)

Nasehat Muslim

Tentang Bahaya Kaahin














Nasehat Muslim

Kaahin adalah tiap orang yang menyatakan diri mengetahui hal ghaib, dan seorang muslim tidak boleh mempercayai kahin,

Dan nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam telah mengabarkan tentang hal ini, yaitu bahwa syaithan berusah mencuri berita dari langit, kemudian mencampurkan dengan seratus kebohongan kemudian mengabarkannya kepada para kaahin, dan manusia yang tertipu akan begitu saja mempercayai hal itu.

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta"
(QS . asy-syua'ra : 221-223)

Dan nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam bersabda
Barangsiapa datang kepada kaahin atau 'araf kemudian membenarkan apa yang dikatakannya maka sungguh dia telah kafir dari apa-apa yang diturunkan kepada muhammad
(HR. Ahmad, 2/429)

Oleh karena begitu berbahayanya percaya dengan kaahin ini maka tiap muslim perlu waspada terhadap kaahin yang seiring dengan perkembangan zaman kaahin ini mungkin telah berubah nama dengan berbagai variasi nama yang terlihat modern sesuai dengan tempat dan waktunya, maka pahamilah hakikatnya jangan sampai tertipu namanya.

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 250-251)

nasehat muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Kamis, 05 Mei 2011

Indahnya Persaudaraan Islam karena Allah













Nasehat Muslim

Seorang muslim terhadap saudara muslim yang lainnya, walau mereka berbeda bahasa asalnya, berbeda warna kulitnya, berbeda bangsanya, berbeda adat kebiasaan daerah asalnya namun mereka bersaudara, mereka satu dalam persaudaran islam.

Walau mereka berada dalam jarak yang jauh, berbeda dalam tempat tinggal, berbeda negara namun mereka bersepakat dan berkumpul dalam Islam, mereka menjadi bersaudara karena Allah ta'ala hati mereka satu, mereka mencintai satu dengan yang lainnya.

Adapun ahli kebatilan, penentang kebenaran islam, pembawa kesesatan, walaupun seolah mereka terlihat berada dalam tempat yang satu, akan tetapi sebenarnya mereka berpecah, hati mereka bermusuhan, badan mereka berdekatan, akan tetapi hati mereka berpecah belah dan berjauhan.

Hal ini sebagaimana firman Allah ta'ala tentang orang kafir, artinya :
"Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu mengira mereka itu bersatu, padahal hati-hati mereka terpecah-belah.”
[Al-Hasyr : 14]

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 253-254)

Nasehat Muslim

Orang Islam Tidak Fanatik Madzhab dan Golongan














Nasehat Muslim

Allah ta'ala berfirman, artinya
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai berai"
(QS. Ali 'Imran. 103)

Tali Allah (Khablullah) adalah al-qur'an dan Islam.

Adapun maksud, berpegang teguhlah kalian semua (jamiy'an) dalam ayat diatas, yaitu berpegang teguhlah kalian semua diatas al-qur'an dan assunnah.

Sedangkan firman Allah ta'ala (wala tafarraquw) atau jangan kalian bercerai-berai, maksudnya adalah ketika Allah ta'ala memerintahkan untuk berpegang teguh dan bersatu maka dilaranglah saling berpecah-belah.

Dan Allah ta'ala mengabarkan bahwa bersatu itu didalam tali Allah yaitu al-qur'an, oleh karena itu tidak boleh berpegang teguh fanatik terhadap madzhabnya sendiri-sendiri ataupun golongannya masing-masing karena hal ini semualah yang menyebabkan perpecahan.

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 253-254)


Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com

Agama Para Nabi adalah Satu














Nasehat Muslim

Islam itu adalah beribadah kepada Allah ta'ala saja tidak menyekutukannya, inilah agama yang malaikat, manusia dan jin dilangit dan dibumi beragama dengan hal ini.

Islam itu adalah agama seluruh nabi dan para pengikut mereka, baik yang diciptakan terdahulu atau kemudian, agama para nabi itu adalah satu.

Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam
"Dan para Nabi itu saudara 'allat, ibu mereka berbeda-beda
tapi agama mereka satu"
[HR Bukhari (3443)]

Islam yang maknanya secara umum adalah menyerahkan diri kepada Allah ta'ala dengan bertauhid kepada-Nya, dan patuh dengan berbuat ketaatan pada-Nya.

(Rujukan, at-ta'liyqatul mukhtasarah 'ala 'aqiydatitthahawiyah, syaikh Dr. Shalih al-fauzan, penerbit darul 'ashimah, hal 257)

Nasehat Muslim
www.nasehat-muslim.blogspot.com