Laman

Jumat, 07 Januari 2011

Perumpamaan seekor Nyamuk

Allah berfirman, artinya, "sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu, adapun orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan, tetapi mereka yang kafir berkata, " apa maksud Allah dengan perumpamaan ini? ", dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi_Nya petunjuk, tetapi tidak ada yang disesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik" (surat al-baqarah : 26)

Sesungguhnya Allah ta'ala tidak malu tentang kebenaran, dengan menyebutkan sesuatu baik hal besar atau sesuatu yang begitu sangat kecil, seperti nyamuk, lalat, dan semisalnya, Allah memberikan permisalan ini sebagai bentuk pelemahan terhadap yang disembah selain Allah, yang tidak mampu untuk membuat hal semisal nyamuk atau lalat yang kecil. Adapun orang beriman mereka mengetahui hikmah permisalan yang Allah ta'ala buat dengan hal kecil atau besar, adapun orang kafir justru mengejek dan merendahkan hal itu dengan mengatakan, " apa maksud Allah ta'ala terhadap permisalan yang hina itu, maka jawaban dari Allah bahwa itu adalah ujian, untuk membedakan orang beriman dan kafir.

Dan dengan permisalan ini, banyak manusia sesat menyimpang, dan sebagian lain mendapat taufik tambahan keimanan dan petunjuk, dan Allah ta'ala tidak mendzalimi seorangpun, dan tidaklah orang menyimpang dari kebenaran kecuali dia keluar dari ketaatan.

(tafsir al-musyasar, madinah munawarah, maktabah malik fahd)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar