Laman

Senin, 29 Januari 2018

Kumpulan Nasihat Ulama

Hasil gambar untuk muslim.or.id



Nasehat Muslim



# Merendahkan Diri Dengan 4 Kondisi #
@ibrahim_alfares
Merendah itu ada pada 4 kondisi: (1) Kalau engkau sholat rendahkan hatimu, (2) Kalau engkau ada di antara manusia rendahkan pandanganmu, (3) Kalau engkau dalam satu majlis, rendahkan lisanmu, (4) Kalau engkau sedang makan, rendahkan perutmu.
Dr Ibrahim al Faaris Dosen jurusan Tarbiyah di Universitas Malik Su’ud KSA, spesialis bidang madzhab kontemporer. 213
---
# Dalam Bermuamalah #
@alowyed
Kunci bergaul dengan manusia dengan segala permasalahannya yang dipegang oleh para Nabi ada tiga: (1) Takwa (2) Sabar “Sesungguhnya mereka yang bertakwa dan sabar”, (3) lapang dada “Yusuf berkata, tidak ada cercaan untukmu pada hari ini” (Yusuf: 92)


Dr Abdul Aziz al ‘Uwaid, Dosen Ushul Fiqh Universiras Qashim
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Berlomba - Lomba Dalam Kebaikan #
@dralabdullatif
Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Ibnu Taimiyah berkata, “Setiap amal kebaikan adalah bagian dari tauhid, Bagian dari beramal dan beribadah kepada Allah, Pula merupakan bagian dari itu semuanya”
Dr. Abdul ‘Aziz alu Abdul Latif, dosen Jurusan Aqidah Universitas Al Imam, anggota lembaga editorial dan pusat penelitian dan studi Majalah al Bayan, website beliau http://www.alabdulltif.net 212
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Dimulai Dari Belajar Bahasa Arab #
@aissambachir
Tidak bakal bisa paham ilmu tafsir, tidak juga ilmu fikih, tidak juga ushul fiqh tanpa ilmu Bahasa Arab. Siapa yang hari ini berbicara tentang tafsir, fikih, dan ushul fiqih tapi penguasaan Bahasa Arabnya lemah, maka sesungguhnya dia hanyalah seorang yang bertaklid (ikut-ikutan –pent) dalam mengambil putusan, walaupun dia mengklaim bahwa dia berijtihad.
Dr. ‘Isham Basyir, engineer telekomunikasi di Maroko, sekaligus doktor dalam bidang fiqh dan ‘ushul fiqh 216
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Dirham Dan Dinar #
@dr_alyahya
Seburuk-buruk dinar dan dirham, adalah yang tak pernah bisa kau manfaatkan sampai engkau berpisah dengannya.
Dr. Yahya bin Ibrahim Al Yahya, doktor dalam bidang ilmu hadits, pernah menjabat sebagai dosen dan wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Islam Madinah.
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Dibuktikan Dengan Amal #
@dr_alyahya
Sufyan Ats Tsauri berkata, “Perkataan tidak diterima kecuali dengan bukti amal. Amal dan perkataan tidak akan tegak kecuali dengan niat. Niat, perkataan dan amal tak akan tegak kecuali jika sesuai dengan sunnah”
Dr. Yahya bin Ibrahim Al Yahya, doktor dalam bidang ilmu hadits, pernah menjabat sebagai dosen dan wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Islam Madinah. 215
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Bahagiakan Orang Tua #
@almonajjid
Bahagiakan orang tuamu dengan 3 perkara: (1) Bermuamalah dengan lembut pada mereka, (2) Mengingatkan kesalahan mereka dengan santun, (3) Mengarahkan mereka dengan baik agar melakukan kewajibannya. (As Siba’I, Hakadzaa ‘Allamatnii Al hayaat)
Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA. 214
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Dalam Kisah Orang Bertaubat #
@almonajjid
Pelajaran penting ketika menyebutkan cerita tentang orang yang bertaubat adalah: jangan menyebutkan secara detail maksiat yang dia lakukan sebelum bertaubat, karena hal itu bisa melahirkan ide untuk berbuat maksiat pada orang yang membaca atau mendengarkan.
Syaikh Ibnu Ustaimin pernah ditanya mengenai hal ini dan beliau menjawab, “Menurut pendapatku, wajib untuk ditutupi, dan orang yang bertaubat tidak boleh membuka-buka aibnya, dan tidak boleh seorang pun menyebarkan aibnya”
Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Merendahkan Diri Dengan 4 Kondisi #
@ibrahim_alfares
Merendah itu ada pada 4 kondisi: (1) Kalau engkau sholat rendahkan hatimu, (2) Kalau engkau ada di antara manusia rendahkan pandanganmu, (3) Kalau engkau dalam satu majlis, rendahkan lisanmu, (4) Kalau engkau sedang makan, rendahkan perutmu.
Dr Ibrahim al Faaris Dosen jurusan Tarbiyah di Universitas Malik Su’ud KSA, spesialis bidang madzhab kontemporer. 213
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Hal Termahal #
@ibrahim_aldwish
Waktu adalah hal termahal yang dimiliki manusia, tak mungkin ia kembali jika disia-siakan
Dr Ibrahim ad Duwaisy, Dosen sunnah nabawiyyah di Universitas Qashim, Kepala Pusat Studi Kemasyarakatan.
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Yang Mendapatkan Pujian #
@_salehalsultan
Setiap apa yang ada di alam ini adalah milik Allah, “Ketahuilah hanya milik Allah lah segala apa yang ada di langit dan di bumi” (Yunus: 55) Dialah yang mengatur hamba-hambaNya. Dialah yang berhak untuk senantiasa mendapatkan pujian dan rasa syukur. Maka bagiMu segala pujian dan rasa syukurku Ya Rabb.
Dr. Shalih As Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al Qashim, Saudi Arabia 218
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Yang Menjadi Sebab #
@Dr_Alshathry
Sebab kesuksesan dan keberuntungan, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasulnya, maka sunguh dia telah meraih kesuksesan yang besar” (Ali Imran: 102)
Dr. Sa’ad Asy Syitsriy, Doktor dalam bidang Ushul Fiqh, pernah menjadi anggota Hai’ah Kibaril Ulama (Lembaga Ulama Senior di Saudi Arabia), kini menjabat dosen di King Saud University (KSU), Riyadh.
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Merendahkan Diri Dengan 4 Kondisi #
@ibrahim_alfares
Merendah itu ada pada 4 kondisi: (1) Kalau engkau sholat rendahkan hatimu, (2) Kalau engkau ada di antara manusia rendahkan pandanganmu, (3) Kalau engkau dalam satu majlis, rendahkan lisanmu, (4) Kalau engkau sedang makan, rendahkan perutmu.
Dr Ibrahim al Faaris Dosen jurusan Tarbiyah di Universitas Malik Su’ud KSA, spesialis bidang madzhab kontemporer. 213
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
# Merasa Cukup #
@dralabdullatif
Dengan qona’ah (merasa cukup –pent) akalmu kan terjaga, Umar al Faruq radhiallahu ‘anhu pernah berkata, “Tidak ada sesuatu yang lebih hebat pengaruhnya dalam menghilangkan akal seorang melainkan sikap tamak” (Ibnu Abdil Barr dalam Bahjatul Majaalis 1/159)
Dr. Abdul ‘Aziz alu Abdul Latif, dosen Jurusan Aqidah Universitas Al Imam, anggota lembaga editorial dan pusat penelitian dan studi Majalah al Bayan, website beliau http://www.alabdulltif.net
Twit Ulama | twitulama.com | twitter, instagram & telegram: @twitulama
---
[twitulama.com]






Nasehat Muslim: 
http://nasehat-muslim.blogspot.co.id

Jumat, 26 Januari 2018

Tafsir Al-Baqarah 104: Berpedoman pada Alquran dan Assunnah

Hasil gambar untuk muslim.or.id kebaikan


Nasehat Muslim


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوا ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): "Raa'ina", tetapi katakanlah: "Unzhurna", dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.

(Surat Al-Baqarah: 104)


 Tafsir:


كان المسلمون يقولون حين خطابهم للرسول عند تعلمهم أمر الدين
 ﴿رَاعِنَا﴾ 
أي: راع أحوالنا، فيقصدون بها معنى صحيحا 

Dahulu orang muslim (para sahabat) berkata "raina" (sudilah engkau menunjukkan kepada kami) kepada Rasul ketika beliau memberikan pengajaran agama, maksudnya: bimbinglah kami, mereka memaksudkan sesuai makna yang benar
وكان اليهود يريدون بها معنى فاسدا، فانتهزوا الفرصة، فصاروا يخاطبون الرسول بذلك، ويقصدون المعنى الفاسد،

Dahulu yahudi memaksudkan berkata demikian untuk makna yang rusak, memanfaatkan keadaan, mereka mengucapkan perkataan itu untuk maksud yang rusak

 فنهى الله المؤمنين عن هذه الكلمة، سدا لهذا الباب،
 ففيه النهي عن الجائز، إذا كان وسيلة إلى محرم

Allah melarang orang beriman dari perkataan tersebut, menutup pintu keburukan, hal ini merupakan larangan pada sesuatu yang boleh, karena bisa menjadi jalan menuju sesuatu yang haram

 وفيه الأدب، واستعمال الألفاظ، التي لا تحتمل إلا الحسن، وعدم الفحش، وترك الألفاظ القبيحة، أو التي فيها نوع تشويش أو احتمال لأمر غير لائق، فأمرهم بلفظة لا تحتمل إلا الحسن فقال: ﴿وَقُولُوا انْظُرْنَا﴾ فإنها كافية يحصل بها المقصود من غير محذور، ﴿وَاسْمَعُوا﴾ لم يذكر المسموع، ليعم ما أمر باستماعه، فيدخل فيه سماع القرآن، وسماع السنة التي هي الحكمة، لفظا ومعنى واستجابة، ففيه الأدب والطاعة.

[تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان, عبد الرحمن بن ناصر السعدي
Tafsir Al-Qur'an,Taysirul Kariimirrahman fii Tafsiir kalaamil manaan, Assa'diy, https://furqan.co/saadi/2/104]






Nasehat Muslim: 
http://nasehat-muslim.blogspot.co.id

Sabtu, 20 Januari 2018

Tafsir Al-Baqarah 102: Beriman dan Bertaqwa akan Masuk Surga

Hasil gambar untuk muslim.or.id pahala


Nasehat Muslim

وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ


"Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui"

(Surat Al-Baqarah: 103)

 Tafsir:

ولو أن اليهود آمنوا وخافوا الله لأيقنوا أن ثواب الله خير لهم من السِّحر ومما اكتسبوه به
Jika sekiranya yahudi beriman dan takut kepada Allah maka mereka akan yakin bahwa pahala Allah lebih baik bagi mereka daripada sihir dan apa yang mereka dapatkan dengannya

 لو كانوا يعلمون ما يحصل بالإيمان والتقوى من الثواب والجزاء علما حقيقيا لآمنوا
Jika sekiranya mereka mengetahui dengan pengetahuan yang benar tentang pahala dan balasan yang akan didapatkan bagi yang beriman dan bertaqwa niscaya mereka pasti akan beriman

[التفسير الميسر للقرآن الكريم — جمع من العلماء تحت إشراف مجمع الملك فهد,
Tafsir Al-Qur'an, Attafsiir Almuyassar Lilquranil Kariim, Disusun Para Ulama, Penerbit Majma Malik Fahd, Kementerian Urusan Islam, Wakaf, Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Saudi Arabia, 
https://furqan.co/muyassar/2/103]







Nasehat Muslim: 
http://nasehat-muslim.blogspot.co.id

Rabu, 03 Januari 2018

Tafsir Al-Baqarah 102: Muslim yang Baik Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat

Hasil gambar untuk muslim.or.id




Nasehat Muslim

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui"

(Surat Al-Baqarah: 102)

 Tafsir: 

ولما كان من العوائد القدرية والحكمة الإلهية أن من ترك ما ينفعه
 وأمكنه الانتفاع به فلم ينتفع، ابتلي بالاشتغال بما يضره
termasuk dalam hikmah ilahiyah bahwa barangsiapa yang meninggalkan apa yang bermanfaat dan berkesempatan mendapatkan manfaat dengannya maka tidak akan mendapat manfaat, dan akan sibuk dengan hal yang membahayakan

 فمن ترك عبادة الرحمن، ابتلي بعبادة الأوثان
barangsiapa meninggalkan ibadah kepada Arrahman (Allah subhanahu wata'ala) maka akan terjerumus dalam beribadah kepada berhala

ومن ترك محبة الله وخوفه ورجاءه، ابتلي بمحبة غير الله وخوفه ورجائه
barangsiapa meninggalkan mencintai-Nya, takut kepada-Nya dan berharap kepada-Nya maka akan terjerumus pada mencintai, takut dan berharap kepada selain Allah

 ومن لم ينفق ماله في طاعة الله أنفقه في طاعة الشيطان
barangsiapa tidak menginfakkan hartanya untuk taat kepada Allah maka akan menginfakkan untuk taat kepada syaithan

ومن ترك الذل لربه، ابتلي بالذل للعبيد
barangsiapa meninggalkan beribadah kepada Rabbnya maka akan terjerumus menghinakan diri kepada hamba-Nya

ومن ترك الحق ابتلي بالباطل
barangsiapa meninggalkan kebenaran akan terjerumus pada kebatilan

 كذلك هؤلاء اليهود لما نبذوا كتاب الله اتبعوا ما تتلوا الشياطين 
demikianlah mereka yahudi ketika meninggalkan kitab Allah maka mereka terjerumus mengikuti syaithan

تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان, عبد الرحمن بن ناصر السعدي
Tafsir Al-Qur'an,Taysirul Kariimirrahman fii Tafsiir kalaamil manaan, Assa'diy, https://furqan.co/saadi/2/102






Nasehat Muslim: 

http://nasehat-muslim.blogspot.co.id