Laman

Jumat, 29 Juli 2011

Berlindung dari Fitnah Jahannam, Kehidupan, Kematian, Kubur, Dajjal














Nasehat Muslim

Pertanyaan :
Kita diperintahkan berlindung dari fitnah kehidupan, fitnah kematian, fitnah masih dajjal, bagaimana penjelasan hal ini? jazakumullah khairan

Jawab :
Hal ini disyariatkan bagi mukmin dan mukminah.disetiap shalat, dan sunnah bagi tiap mukmin dan mukminah untuk menutup shalat dengan meminta perlindungan kepada Allah dari adzab jahanam, dati adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati serta fitnah masih dajjal, dan ini ada dalam banyak hadist dari nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam dibaca setelah tasyahud akhir dan dibaca sebelum salam berlindunglah dari fitnah fitnah hidup, fitnah kematian, fitnha kubur dan fitnah masih addajjal.

Hal ini sebagaimana dalam hadist berikut
Apabila seorang dari kalian bertasyahud maka setelah itu berlindunglah kepada Allah dati empat hal, berdoalah, Allahumma inni audzubuka min 'adzabi jahannam, wamin 'adzabil qabri, wamin fitnahtil mahya wal mamat wamin syarii fintatil masihihddajal ( Ya Allah sesungguhnya aku berlindung pada Enkau dari adzab jahanam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati serta dari fitnah masih dajjal)

Inilah yang masyru' bagi tiap mukmin dan mukminah untuk berlindung dari empat hal itu, dan sebagian ulama menghukumi ini adalah sunnah muakadah/ sangat ditekankan untuk dilakukan, dan diriwayatkan dan dari thawus seorang ulama tabi'in yang mulia bahwa hal ini adalah wajib, dan itu diperintahkan pada anaknya dan jika tidak membaca maka diperintahkan unutk mengulang shalat.

Ini menunjukkan tentang begitu ditekankannya doa ini yang sepantasnya bagi tiap mukmin berbaut dengan doa ini, baik dalam shalat fardhu maupun shalat sunnah sebelum salam berdoa, Allahumma inni audzubuka min 'adzabi jahannam, wamin 'adzabil qabri, wamin fitnahtil mahya wal mamat wamin syarii fintatil masihihddajal. Atau juga boleh membaca, rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasannah waqina 'adzabannar, wamin 'adzabil qabri, wamin fitnahtil mahya wal mamat wamin syarii fintatil masihihddajal. Inilah doa yang besar, telah berkata anas bin malik radhiallahu 'anhu bahwa doa yang banyak dibaca oleh Nabi shalallahu'alaihi wassalam adalah rabbana atina fidunya hasanah wafil akhirati hasanan waqina 'adzabannar. Apabila berdoa dengan hal ini diakhir shalat maka adalah baik, dan adapula didalam sujud maka baik juga membaca doa ini.

Adapun sujud maka itu adalah tempat berdoa.

Nabi shalallahu'alaihi wassalam bersabda
Paling dekat seorang hamba dengan Allah ta'ala adalah ketika sujud maka perbanyaklah doa saat itu

Dan dalam hadist yang lain
Adapun ruku' maka agungkanlah Rabbmu, dan pada waktu sujud maka bersungguh-sungguhlah berdoa, maka akan dikabulkan bagi kalian

Kita memohon pada Allah keselamatan.

Tiap manusia tentu ingin dijauhkan dari fitnah (bahaya yang mengancam agamanya) baik saat hidupnya maupun saat kematiannya, juga ingin dijauhkan dari kemaksiatann, juga kekafiran kepada Allah, dan penyebab dari fitnah ini banyak bisa dari hartanya, dari syahwatnya, dari temannya yang buruk yang menyebabkan jatuh kedalam perkara yang dimurkai Allah ta'ala seperti kekafiran, kemaksiatan ataupun kemaksiatan dan hal ini semua bisa terjadi dikala hidupnya atau saat mendekati kematiannya, kita memohon pada Allah ta'ala salamah wal 'afiah.

Dan adapun berlindung dari masih ad-dajjal maka hal ini karena dia akan muncul pada akhir zaman, yang dia kan mengaku sebagai nabi dan akhrnya mengaku sebagai Rabb semesta alam.dan akan terfitnah serta mengikutinya para manusia, maka kita berlindung dari hal itu dan dari kebinasaan karena hal itu.

Maka manusia berlindung kepada Allah ta'ala dari hal itu karena tidak diketahui siapa yang akan selamat dan siapa yang tidak bisa selamat dari hal itu.

Dan manusia meminta kepada Allah ta'ala agar dilindungi dari fitnah adzab jahannam, dari adzab kubur, dan dari fitnah hidup dan kematian dan dari fitnah masih dajjal sehingga kita tidak terfitnah didalam kehidupan hingga tidak terfirnah oleh dajjal, kita memohon pada Allah ta'ala keselamatan.

(Sumber Rujukan, Fatawa Syaikh Abdul azis bin abdullah bin baz http://www.ibnbaz.org.sa/mat/11633 )









Nasehat Muslim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar