Laman

Minggu, 25 September 2011

Misteri Perkara Ghaib




Nasehat Muslim

Allah ta'ala berfirman, artinya
" Mereka orang-orang yang beriman dengan hal yang ghaib'' 
(QS. Al-baqarah : 2)

Hakikat keimanan yaitu membenarkan semua kabar dari rasul, mencakup semua perkara yang dapat dilihat maupun tidak dapat dilihat oleh panca indera, dan beda seorang muslim dengan kafir adalah seorang mukmin beriman dengan seluruh apa yang disampaikan Allah dan rasul-Nya walaupun itu hal ghaib yang tidak dapat dirasakan panca indera.


Inilah yang membedakan seorang muslim dengan kafir, seorang mukmin percaya dengan seluruh kabar yang datang dari Allah dan rasul-Nya baik itu dapat dilihat maupun tidak dapat dilihat, baik perkara itu dapat dipahami akal maupun tidak dipahami akal.

Hal ini berbeda dengan orang zindik maupun para pendusta perkara ghaib, akal mereka pendek dan terbatas, mereka mendustakan hal yang tidak dapat mereka tangkap dengan akal, akal mereka rusak.


Adapun seorang mukmin maka akal mereka bersih dan mengimani perkara ghaib yang Allah dan rasul-Nya kabarkan.

Dan masuk dalam perkara yang ghaib adalah beriman dengan seluruh berita dari Allah ta'ala dan rasul-Nya baik perkara ghaib yang terdahulu maupun yang akan datang, juga keadaan diakhirat yang telah Allah sifatkan keadaannya serta hakikatnya.

Dan juga mukmin beriman dengan sifat dan wujud Allah ta'ala sebagaimana yang Allah dan rasul-Nya kabarkan.

(Lihat, Taysirul karimirrahman fii tafsiril kalaamil mannaan, surat al-baqarah )









Nasehat Muslim
Home : http://nas
ehat-muslim.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar