Laman

Minggu, 30 Januari 2011

Dua Asas Islam













Ketahuilah wahai saudaraku muslim, semoga Allah memberikan taufik-Nya pada kita, sehingga kita mampu beramal shalih dengan apa yang Allah cintai dan Allah ridhai, bahwa agama Islam terbangun diatas dua pondasi, dua asas, dan keduanya adalah sebagai berikut :

Pertama, Bahwa tidaklah kita beribadah kecuali niat hanya kepada Allah saja tidak ada sekutu bagi-Nya, inilah Ikhlas, inilah aqidah yang rasul menyeru kepadanya.

Allah berfirman, artinya,
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (pada Allah)"
(QS. al-imran:64)

Dan Allah berfirman, artinya,
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kpd manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya ”
(Al-Isra : 23)


Dan Inilah makna, "saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah".

Kedua, Bahwa tidaklah kita beribadah kecuali dengan apa yang apa yang telah disyariatkan didalam kitab-Nya (Al-qur'an) dan didalam sunnah rasul-Nya muhammad shalallahu'alaihi wassalam, bukan dengan cara ibadah yang baru atau dengan hawa nafsu, dan inilah ittiba' pada apa yang dibawa rasulullah muhammad shalallahu'alaihi wassalam.

Allah berfirman, artinya,
"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya)"

(QS. Al-'araf : 3)


Allah berfirman, artinya

"apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, dan bertakwalah pada Alah, sesungguhnya Allah Maha Keras SiksaNya"

(QS.Al-Hasyr : 7)

Inilah makna, "saya bersaksi bahwa nabi muhammad shalallahu'alaihi wassalam utusan Allah".


(referensi, aysarus syuruh 'alaal qaulil mufid fi adilatit tauhid, hal 78-79, muhammad al-whusabi, darul istiqomah, kairo, mesir, 1430 H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar